Jemaah Haji Wanita Asal Sulsel Tampil Mencolok saat Kepulangan

  • 08 Jun 2026 14:27 WIB
  •  Makassar
Video

RRI CO.ID, Makassar - Jemaah haji asal Sulawesi Selatan, khususnya perempuan, kembali menjadi perhatian saat tiba di tanah air setelah menunaikan ibadah haji di Tanah Suci. Jika saat berangkat dari Asrama Haji Sudiang Makassar mereka mengenakan seragam batik, saat kembali banyak yang tampil dengan busana berbeda.

Pada pemulangan enam kloter jemaah haji asal Kabupaten Soppeng, Sidrap, Bone, Wajo, dan Gowa, mayoritas jemaah perempuan terlihat mengenakan gamis berwarna-warni dengan hiasan mencolok. Salah satunya adalah Hajja Sumiati, jemaah asal Kabupaten Gowa yang berangkat bersama suaminya dalam Kloter 5 Embarkasi Makassar.

Sumiati mengaku telah mengganti pakaian sejak berada di pesawat dari Jeddah menuju Indonesia. Busana tersebut memang telah dipersiapkannya sejak berangkat dari kampung halaman.

Menurutnya, pergantian pakaian dilakukan agar tampil lebih rapi dan berkesan saat bertemu kembali dengan keluarga setelah 41 hari menjalani ibadah haji.

Hal serupa juga dilakukan Hajja Karini dan suaminya, Haji Ramli. Saat tiba di Makassar, keduanya tampil dengan busana yang lebih formal. Karini mengenakan pakaian yang menyerupai busana pesta, sementara Ramli memakai jubah panjang dan sorban khas Timur Tengah.

Ramli mengungkapkan rasa syukur karena akhirnya bisa menunaikan ibadah haji tahun ini setelah menunggu selama 15 tahun dalam daftar antrean di Kabupaten Gowa.

Menanggapi fenomena tersebut, Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Sulawesi Selatan, H. Ikbal Ismail, mengatakan bahwa kebiasaan mengenakan pakaian yang lebih mewah saat pulang haji sudah menjadi bagian dari budaya masyarakat Sulawesi Selatan. Banyak jemaah ingin tampil lebih menarik saat kembali ke kampung halaman dan bertemu keluarga.

Menurut Ikbal, hal tersebut tidak menjadi masalah selama pakaian yang dikenakan tetap memenuhi ketentuan menutup aurat.

Ia juga menjelaskan bahwa pada tahun-tahun sebelumnya banyak jemaah perempuan yang merias diri di kursi atau sudut aula saat proses penyambutan. Karena itu, pihak penyelenggara kini menyediakan bilik khusus make up di aula penerimaan agar proses persiapan jemaah lebih tertib dan nyaman, dengan bantuan petugas perempuan dari Kementerian Haji dan Umrah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....