Perantau Minang di Sulsel Bangun Masjid dan Rumah Tahfiz untuk Generasi Muda

  • 30 Mei 2026 11:24 WIB
  •  Makassar
Video

RRI.CO.ID, Makassar - Warga Minangkabau perantauan di Makassar membangun pusat kegiatan bersama berupa masjid, rumah tahfiz, asrama, dan sekretariat organisasi di atas lahan seluas dua ribu meter persegi.

Tokoh perantau Minang asal Solok, Mardius Koto, mengatakan pembangunan kawasan tersebut dilatarbelakangi belum adanya tempat berkumpul permanen bagi warga Minang di Makassar.

Menurutnya, lokasi itu nantinya menjadi pusat silaturahmi sekaligus tempat berkumpul bagi warga Minangkabau yang datang dan merantau di Sulawesi Selatan. Selain sebagai tempat ibadah, kawasan tersebut juga disiapkan menjadi pusat pendidikan, kegiatan sosial, dan penguatan kebersamaan masyarakat Minang di perantauan. Mardius yang merantau ke Makassar sejak tahun 1990 berharap keberadaan fasilitas itu dapat semakin mempererat persaudaraan antarwarga Minang di tanah rantau.

Sementara itu, perantau Minang lainnya asal Bukittinggi, Desma Yulianti mengatakan budaya saling membantu dan kekompakan warga Minang di Makassar masih terus terjaga hingga saat ini. Guru SMK Negeri 3 Gowa yang menetap sejak tahun 1994 itu berharap generasi muda Minangkabau tetap menjaga adat, budaya, dan semangat kebersamaan meski hidup jauh dari kampung halaman.

Keberadaan pusat kegiatan tersebut diharapkan menjadi simbol persatuan sekaligus rumah bersama bagi warga Minang di perantauan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....