Arus Balik Lebaran Memuncak 28 Maret, Penumpang Bandara Hasanuddin Meningkat

  • 25 Mar 2026 20:52 WIB
  •  Makassar
Video

RRI.CO.ID, Maros - Mobilitas masyarakat selama momentum Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah di wilayah Sulawesi Selatan menunjukkan tren signifikan, khususnya pada sektor transportasi udara. Aktivitas di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin tercatat meningkat tajam, seiring tingginya arus mudik dan mulai bergulirnya arus balik Lebaran 2026.

Berdasarkan data Posko Monitoring Angkutan Lebaran periode 13 hingga 22 Maret 2026 atau hingga hari kedua Idulfitri, total pergerakan penumpang telah mencapai 306.973 orang dengan 2.428 pergerakan pesawat. Angka ini mencerminkan tingginya kepercayaan masyarakat terhadap moda transportasi udara sebagai pilihan utama perjalanan jarak jauh.

Dari total tersebut, trafik domestik masih menjadi tulang punggung dengan 299.035 penumpang dan 2.373 pergerakan pesawat. Sementara itu, trafik internasional tercatat sebanyak 7.938 penumpang dengan 55 pergerakan pesawat. Untuk mengantisipasi lonjakan permintaan, operator bandara juga telah merealisasikan 48 penerbangan tambahan (extra flight).

Secara pola pergerakan, puncak arus mudik terjadi pada kisaran 37 ribu penumpang dalam satu hari, dengan rata-rata harian mencapai sekitar 36 ribu penumpang. Rute-rute favorit selama periode ini didominasi oleh kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya, dan Kendari, yang menjadi tujuan utama masyarakat Sulawesi Selatan.

Memasuki fase arus balik, lonjakan penumpang diperkirakan akan mencapai titik tertinggi pada H+6 Lebaran atau Sabtu, 28 Maret 2026. Pada periode tersebut, jumlah penumpang diproyeksikan menyentuh angka 39.225 orang dalam sehari. Panjangnya masa libur Lebaran menjadi faktor utama yang memberikan fleksibilitas bagi masyarakat dalam menentukan jadwal kepulangan.

General Manager PT Angkasa Pura Indonesia Kantor Cabang Bandara Sultan Hasanuddin, Minggus Gandeguai, memastikan bahwa seluruh kesiapan operasional telah dioptimalkan guna menghadapi puncak arus balik tersebut.

“Puncak arus balik diperkirakan terjadi pada 28 Maret 2026. Kami telah memastikan kesiapan personel serta fasilitas untuk menjaga kelancaran operasional di tengah tingginya pergerakan penumpang,” ujarnya Selasa 24 Maret 2026.

Ia menambahkan, keberhasilan pengelolaan arus mudik hingga saat ini tidak lepas dari sinergi berbagai pihak, mulai dari otoritas bandara, maskapai, hingga instansi terkait lainnya. Pihaknya juga menyampaikan apresiasi atas kepercayaan masyarakat yang terus menggunakan layanan transportasi udara.

“Kami mengapresiasi sinergi seluruh stakeholder serta kepercayaan masyarakat. Hingga berakhirnya periode Angkutan Lebaran, kami berkomitmen menjaga pelayanan tetap aman, nyaman, dan lancar,” tambahnya.

Dalam upaya menjaga kualitas layanan, manajemen bandara terus melakukan pemantauan intensif terhadap operasional di lapangan. Koordinasi lintas sektor juga diperkuat untuk memastikan seluruh aspek, mulai dari keselamatan, keamanan, hingga kenyamanan penumpang, tetap terjaga secara optimal.

Selain itu, transparansi informasi kepada publik juga menjadi perhatian utama, guna memastikan masyarakat dapat merencanakan perjalanan dengan lebih baik di tengah tingginya mobilitas selama musim Lebaran.

Dengan tren pergerakan yang masih tinggi hingga beberapa hari ke depan, Bandara Sultan Hasanuddin diproyeksikan tetap menjadi salah satu simpul transportasi tersibuk di kawasan timur Indonesia. Kesiapan infrastruktur dan layanan menjadi kunci utama dalam menjaga kelancaran arus balik, sekaligus memastikan pengalaman perjalanan yang aman dan nyaman bagi seluruh pengguna jasa.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....