Kolaborasi Kejati–Pupuk Kaltim Dorong Hasil Jagung di Maros
- 12 Feb 2026 18:38 WIB
- Makassar
Video
RRI.CO.ID, Maros : Panen raya jagung di Desa Tompobulu, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Maros, Rabu kemarin menjadi momentum perubahan pola tanam petani setempat. Melalui uji coba penggunaan pupuk non-subsidi pada lahan seluas 30 hektare, produktivitas jagung meningkat signifikan dibanding sebelumnya yang bergantung pada pupuk subsidi.
Kasi Pengendali Operasi Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan, Hari Surachman, mengatakan program ini berawal dari keluhan petani terkait kelangkaan pupuk subsidi. Menurutnya, selama ini masih ada anggapan bahwa pupuk subsidi lebih baik karena murah, sementara pupuk non-subsidi dinilai mahal, sekitar 200 ribu rupiah per karung. Setelah berkoordinasi dengan PT Pupuk Kalimantan Timur, dilakukan uji coba penggunaan pupuk non-subsidi. Hasilnya, produksi jagung yang sebelumnya rata-rata 2 koma 5 ton per hektare meningkat menjadi 6 ton per hektare, Rabu 11 Februari 2026.
Peningkatan ini berdampak pada pendapatan petani. Jika sebelumnya sekitar 11 juta rupiah per hektare, kini naik menjadi kurang lebih 18 juta rupiah per hektare. Secara keseluruhan, nilai produksi di lahan 30 hektare melonjak dari sekitar 300 juta rupiah menjadi hampir 800 juta rupiah.
Komisaris Utama Pupuk Kaltim, Andhi Nirwanto, mengapresiasi peran Kejati Sulsel dalam pendampingan program tersebut. Ia menilai keterlibatan aparat penegak hukum menjadi nilai tambah untuk memastikan program pertanian berjalan transparan, akuntabel, dan tepat sasaran.
Keberhasilan panen raya ini diharapkan menjadi contoh bagi petani lain di Maros untuk menerapkan pola pertanian yang lebih produktif dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah dan nasional.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....