Jembatan Pakere Rusak, Akses Warga Terhambat
- 10 Feb 2026 08:39 WIB
- Makassar
Video
RRI.CO.ID, Maros : Kerusakan Jembatan Bohari Pakere di Kecamatan Simbang, Kabupaten Maros, kini tidak hanya menjadi persoalan infrastruktur, tetapi juga menyangkut keselamatan dan masa depan anak-anak sekolah serta perekonomian warga.
Yusuf, siswa kelas tujuh SMP Negeri 23 Simbang, perjalanan ke sekolah bukan lagi sekadar rutinitas. Setiap hari, ia harus menyeberangi sungai menggunakan perahu karena jembatan penghubung utama rusak dan tak kunjung diperbaiki, Jumat 6 Februari 2026.
Tidak hanya pelajar, masyarakat luas turut merasakan dampak putusnya jembatan. Tokoh masyarakat Bontotallasa Kecamatan Simbang, Bahri, menyebut kerusakan jembatan yang telah berlangsung sekitar sepuluh bulan ini menunjukkan lambannya respons pemerintah daerah.
Menurut Bahri, Jembatan Bohari Pakere memiliki peran vital karena menghubungkan sejumlah kecamatan strategis, seperti Simbang, Tanralili, Bantimurung, hingga pusat Kabupaten Maros.
Akibat jembatan terputus, warga harus memutar sejauh sepuluh hingga lima belas kilometer dengan waktu tempuh mencapai dua jam. Sekitar lima puluh persen petani terdampak langsung, sementara anak-anak sekolah menghadapi risiko keselamatan setiap hari.
Menanggapi hal tersebut, Bupati Maros Andi Syafril Chaidir Syam menjelaskan keterlambatan pembangunan jembatan disebabkan persoalan administrasi aset. Jembatan Pakere sebelumnya merupakan aset pribadi yang diserahkan ke pemerintah daerah, namun pencatatannya belum sepenuhnya rampung. Meski demikian, Bupati Maros memastikan pembongkaran jembatan lama dan pembersihan lokasi telah dilakukan, dan pembangunan tinggal dilanjutkan.
Pemerintah daerah juga membuka peluang pembangunan melalui program TNI atas dukungan pemerintah pusat. Selain itu, Pemkab Maros telah menyiapkan anggaran sebesar tiga miliar rupiah dalam APBD tahun ini sebagai langkah antisipasi.
Sementara pemerintah menyelesaikan persoalan administrasi dan perencanaan, warga Simbang masih menunggu kepastian..Bagi anak-anak seperti Yusuf, jembatan bukan sekadar proyek pembangunan, melainkan jalan aman menuju sekolah dan masa depan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....