Menhut Catat Toilet dan Tangga Licin TWA Bantimurung

  • 29 Jan 2026 14:08 WIB
  •  Makassar
Video

RRI.CO.ID, Maros : Menteri Kehutanan Republik Indonesia, Raja Juli Antoni, menaruh perhatian serius terhadap kualitas pengelolaan fasilitas publik di Kawasan Wisata Alam Bantimurung Bulusaraung, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan.

Hal tersebut disampaikannya saat melakukan kunjungan kerja ke kawasan wisata alam yang dikenal sebagai The Kingdom of Butterfly, Rabu 28 Januari 2028.

Dalam peninjauan langsung di lapangan, Menteri Kehutanan menyoroti kondisi kebersihan toilet yang dinilai masih membutuhkan pembenahan.

Menurut Raja Juli Antoni, fasilitas dasar seperti toilet menjadi cerminan utama kualitas tata kelola sebuah destinasi wisata.

Ia menjelaskan, sebagian fasilitas toilet yang ada saat ini merupakan aset pengelola sebelumnya, sehingga Kementerian Kehutanan tidak dapat langsung melakukan renovasi.

Meski demikian, Raja Juli Antoni menegaskan perlunya solusi konkret melalui koordinasi lintas pihak, baik dengan pemerintah daerah maupun pengelola kawasan, termasuk opsi pembangunan toilet baru yang lebih layak dan ramah pengunjung.

Selain fasilitas toilet, Menteri Kehutanan juga menyoroti kondisi akses jalan dan tangga di dalam kawasan wisata yang licin akibat pertumbuhan lumut, terutama pada musim hujan. Kondisi ini dinilai berpotensi membahayakan keselamatan wisatawan, khususnya anak-anak dan lanjut usia.

Raja Juli Antoni menegaskan, aspek keselamatan dan kenyamanan pengunjung harus menjadi prioritas utama dalam pengelolaan kawasan wisata alam, seiring dengan upaya menjaga kelestarian lingkungan.

Sementara itu, Kasi Kebersihan Pengelola Kawasan Wisata Alam Bantimurung Bulusaraung, Juwan, mengungkapkan bahwa keterbatasan jumlah petugas kebersihan serta sarana perawatan fasilitas masih menjadi tantangan dalam menjaga standar layanan kawasan wisata yang terus ramai dikunjungi wisatawan.

Di sisi lain, Sekretaris Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Maros, Yusriadi Arief, berharap kunjungan Menteri Kehutanan ini menjadi momentum penguatan sinergi antara pemerintah pusat dan daerah, khususnya dalam dukungan anggaran dan kebijakan, agar pembenahan fasilitas dasar di Kawasan Wisata Alam Bantimurung Bulusaraung dapat segera direalisasikan tanpa mengabaikan prinsip pelestarian alam.

Meski memberikan sejumlah catatan kritis, Menteri Kehutanan tetap mengapresiasi dedikasi para petugas konservasi dan kebersihan yang selama ini menjaga kawasan Bantimurung. Ia mengakui adanya keterbatasan anggaran dan sumber daya manusia, sehingga peran serta masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan sangat dibutuhkan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....