Tujuh Jenazah Korban Pesawat ATR Dievakuasi Melalui Lanud Hasanuddin
- 23 Jan 2026 16:46 WIB
- Makassar
Video
KBRN, Maros : Evakuasi korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 di kawasan Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, kembali dilakukan melalui jalur udara dengan tingkat risiko tinggi. Pada hari ketujuh operasi pencarian dan evakuasi, Jumat 23 Januari 2026, tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi tujuh paket kantong jenazah. Proses evakuasi dilakukan menggunakan helikopter Caracal H225M milik TNI Angkatan Udara dan helikopter Dolphin milik Basarnas.
Komandan Lanud (Danlanud) Sultan Hasanuddin, Marsma TNI Arifaini Nur Dwiyanto, menjelaskan evakuasi dimulai sejak pukul setengah delapan pagi dengan memanfaatkan kondisi cuaca yang sempat mendukung. Namun evakuasi dilakukan secara bertahap karena lokasi penjemputan berada di lereng tebing dengan kemiringan hampir sembilan puluh derajat dan area pendaratan yang sangat terbatas.
Dengan tambahan tujuh paket tersebut, lanjut Danlanud, total paket kantong jenazah yang berhasil dievakuasi tim SAR gabungan mencapai sebelas paket, termasuk beberapa paket berisi body part korban kecelakaan pesawat ATR 42-500.
Seluruh jenazah selanjutnya dibawa ke Biddokkes Polda Sulawesi Selatan untuk proses identifikasi lebih lanjut. Operasi SAR akan terus dievaluasi dengan mempertimbangkan kondisi cuaca serta keselamatan seluruh personel di lapangan.
Dalam operasi udara tersebut, helikopter Caracal dan Dolphin secara bergantian mengangkut paket kantong jenazah demi menjaga keselamatan penerbang dan kru. Selain helikopter, TNI Angkatan Udara juga mengerahkan pesawat Boeing tujuh tiga tujuh untuk melakukan pemantauan udara, guna memberikan informasi cuaca dan arah angin kepada pilot di lokasi evakuasi.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....