Dugaan Kekerasan Oknum Polisi di PTB Maros Diselidiki
- 04 Jan 2026 00:41 WIB
- Makassar
Video
KBRN, Maros : Insiden dugaan kekerasan yang melibatkan oknum anggota kepolisian terjadi di kawasan wisata kuliner Pantai Tak Berombak, Kabupaten Maros, pada malam pergantian Tahun Baru 2026. Peristiwa ini kini menjadi perhatian publik dan tengah dalam penanganan Polres Maros.
Seorang pria berusia dua puluh lima tahun berinisial A, dilaporkan mengalami luka lebam di wajah, hidung bengkak, serta pendarahan setelah diduga mendapat perlakuan kasar usai menyalakan petasan kecil di lokasi wisata tersebut, pada hari Rabu (31/12/2025) sekitar pukul 23.47 WITA.
Berdasarkan keterangan keluarga korban Muhammad Suhudi, peristiwa bermula saat korban menunggu keluarganya di kawasan Pantai Tak Berombak. Korban kemudian menyalakan petasan kecil setelah memastikan kondisi sekitar aman. Namun, tak lama kemudian, ia ditegur oleh seorang pria yang diduga anggota kepolisian.
Teguran tersebut sempat memicu perdebatan singkat, namun berhasil diredam warga sekitar. Oknum tersebut kemudian meninggalkan lokasi, namun kembali beberapa saat kemudian bersama sejumlah orang lain.
Pada saat itu, korban diduga ditarik, diseret sejauh sekitar sepuluh meter, dan dipukul secara beramai-ramai sebelum akhirnya dibawa ke Mapolres Maros menggunakan sepeda motor.
Arjuna sepupu korban menyebutkan, sekitar pukul tiga dini hari, korban dikeluarkan dari Mapolres Maros dan diturunkan kembali di sekitar lokasi kejadian. Korban kemudian dijemput keluarga dalam kondisi luka-luka dan selanjutnya dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis serta menjalani visum.
Atas kejadian tersebut, korban secara resmi melaporkan dugaan kekerasan ke Polres Maros, baik untuk penanganan etik melalui Propam maupun proses pidana melalui Satuan Reserse Kriminal.
Kapolres Maros, AKBP Douglas Mahendrajaya, membenarkan adanya laporan tersebut. Ia menegaskan bahwa pihaknya telah menurunkan tim dari Propam dan Reskrim untuk melakukan penyelidikan secara menyeluruh.
Kapolres memastikan, apabila terbukti ada anggota yang melanggar hukum, sanksi tegas akan diberikan sesuai ketentuan yang berlaku, baik secara etik maupun pidana.
Hingga saat ini, proses penyelidikan masih berlangsung. Pihak kepolisian belum mengungkap identitas oknum yang diperiksa, dengan alasan proses hukum yang masih berjalan.
Kasus ini mendapat sorotan masyarakat luas dan menjadi pengingat pentingnya profesionalisme serta transparansi aparat penegak hukum dalam menjalankan tugas di ruang publik.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....