Bupati Maros Memantau Langsung Pemberian PMT Bagi Balita

  • 18 Des 2025 22:26 WIB
  •  Makassar
Video

KBRN, Maros : Pemerintah Kabupaten Maros terus memperkuat upaya penurunan stunting melalui berbagai intervensi gizi yang terukur. Salah satunya dengan menyalurkan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) berupa biskuit kepada 177 balita bermasalah gizi di Kecamatan Marusu, Kamis (18/12/2025).

Kecamatan Marusu tercatat sebagai salah satu wilayah dengan angka stunting cukup tinggi di Kabupaten Maros. Penyaluran PMT dilakukan langsung oleh Bupati Maros, Andi Syafril Chaidir Syam, kepada balita stunting, gizi kurang, dan berat badan kurang di Aula Puskesmas Marusu, Kecamatan Marusu.

Program PMT ini menyasar balita yang telah terdata secara by name by address oleh tenaga kesehatan, sehingga intervensi gizi yang diberikan dapat dilakukan secara tepat sasaran dan terpantau.

Bupati Maros Andi Syafril Chaidir Syam mengatakan, meski Kabupaten Maros telah mendapatkan apresiasi atas keberhasilan menurunkan angka stunting, namun prevalensinya masih berada di atas target nasional.

“Upaya penurunan stunting harus terus diperkuat dan dilakukan secara berkelanjutan, terutama di wilayah dengan prevalensi tinggi,” ujar Chaidir Syam.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Maros, dr Muhammad Yunus, menjelaskan bahwa pembagian PMT biskuit tidak berdiri sendiri. Pemerintah daerah juga melakukan intervensi lanjutan berupa pemantauan pertumbuhan balita selama tiga bulan.

“Hasil pemantauan ini akan menjadi dasar evaluasi efektivitas program penanganan stunting yang kita lakukan,” jelasnya.

Di tingkat pelayanan kesehatan, Kepala UPTD Puskesmas Lau, Trisnawati, menuturkan pihaknya bersama penyuluh kesehatan dan kader posyandu akan terus melakukan pendampingan intensif kepada keluarga balita penerima PMT.

Pendampingan tersebut meliputi edukasi gizi, pola asuh anak, serta kebersihan lingkungan, yang menjadi faktor penting dalam mendukung keberhasilan penurunan stunting.

Berdasarkan data Survei Gizi Indonesia (SGI), angka stunting di Kabupaten Maros berada di kisaran 22,4 persen. Sementara data E-PPGBM secara by name by address mencatat sekitar 3.700 balita bermasalah gizi yang tersebar di 14 kecamatan, dengan Kecamatan Marusu menjadi salah satu wilayah prioritas penanganan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....