UMI Turunkan Tim Medis Bantu Korban Bencana Sumatera

  • 10 Des 2025 14:46 WIB
  •  Makassar
Video

KBRN, Makassar: Universitas Muslim Indonesia mengirimkan bantuan dan tenaga medis dalam membantu para korban bencana Aceh dan Sumatera, tenaga medis yang diterjunkan dilengkapi dilengkapi drone thermal untuk membantu evakuasi. Hal ini diungkapkan Rektor Universitas Muslim Indonesia (UMI) Prof Hambali talib, saat memberi keterangan Senin (8/12/2025).

Ia menyebutkan, tim medis gelombang pertama sudah turun untuk membantu para korban dalam bencana tersebut. Lebih jauh, Hambali menyatakan tim medis ditempatkan di lokasi-lokasi yang memang membutuhkan bantuan , bahkan jika memang diperlukan TIM medis UMI akan membuat RS Darurat.

"Tim medis yang kami turunkan, ditempatkan di beberapa lokasi yang memang membutuhkan, sedangkan untuk RS darurat teknisnya ada melihat kondisi di sana, apakah nantinya dibuatkan seperti tadi, atau modelnya kayak penampungan darurat mengingat situasi disana, tentu semua harus diperhitungkan terutama untuk dampaknya," paparnya

Lebih jauh, Hambali Talib menyatakan telah melakukann komunikasi bersama dengan Wali Kota Sibolga terkait permintaan bantuan, "kami sudah berbicara dengan Wali Kota Sibolga, walaupun tidak menyebutkan bantuan tapi mereka berterima kasih karena sudah turut berbela sungkawa dan paling tidak turut mendoakan," ungkapnya

Hambali Talib juga menyatakan untuk pengumpulan donasi ini, semua akan berada dibawah naungan dari Lembaga Pengabdian Masyarakat, (LPM) UMI sebelumnya sudah ada nominal yang dikumpulkan,dan akan diserahkan nanti untuk membantu para korban bencana, dan mengajak seluruh civitas akademika ataupun masyarakat yang ingin menyumbang untuk datang langsung ke kantor Lembaga Pengabdian Masyarakat.

Sementera itu, Wakil Dekan III Fakultas Kedokteran UMI dr Iryana Diyana Kartika memaparkan tim yang diturunkan ada di beberapa titik, dan melaporkan kondisi para pengungsi disana, termasuk apa saja yang menjadi kebutuhan. Nantinya tim yang diturunkan, di kota Sibolga, karena ada pengungsi yang membutuhkan penanganan lanjutan. (RRI/Iin Nurfahraeni)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....