Mengenal Raden Saleh, Sosok Inspirasi Seragam Defile Indonesia
- 26 Jul 2024 12:18 WIB
- Makassar
KBRN, Makassar : Didit Hediprasetyo mendesain seragam defile Tim Indonesia untuk Opening Ceremony Olimpiade Paris 2024. Desain tersebut terinspirasi dari sosok Raden Saleh, pelukis pionir beraliran Romantisme asal Jawa.
Dilansir dari laman id.wikipedia.org, Raden Saleh memiliki nama lengkap Saleh Sjarif Boestaman lahir pada Mei 1807, dan meninggal dunia pada 23 Februari 1880. Raden Saleh dilahirkan dalam sebuah keluarga Jawa ningrat. Dia adalah cucu dari Sayyid Abdoellah Boestaman dari sisi ibunya. Ayahnya adalah Sayyid Hoesen bin Alwi bin Awal bin Jahja, seorang keturunan Arab. Ibunya bernama Mas Adjeng Zarip Hoesen, tinggal di daerah Terboyo, Semarang.
Sejak usia 10 tahun, ia diserahkan pamannya, Bupati Semarang, kepada orang-orang Belanda atasannya di Batavia. Kegemaran menggambar mulai menonjol sewaktu bersekolah di Sekolah Rakyat (Volks-School). Seorang pelukis keturunan Belgia, A.A.J. Payen, tertarik pada bakat Raden Saleh dan berinisiatif memberikan bimbingan. Terkesan dengan bakat luar biasa anak didiknya, Payen mengusulkan agar Raden Saleh bisa belajar ke Belanda.
Tahun 1829, Saleh belajar ke Belanda tetapi menyandang misi lain, yaitu bertugas mengajari Inspektur Keuangan Belanda de Linge tentang adat-istiadat dan kebiasaan orang Jawa, Bahasa Jawa, dan Bahasa Melayu. Dua tahun pertama di Eropa, Raden Saleh memperdalam bahasa Belanda dan belajar teknik mencetak menggunakan batu. Sedangkan soal melukis, selama lima tahun pertama, ia belajar melukis potret dari Cornelis Kruseman dan tema pemandangan dari Andreas Schelfhout karena karya mereka memenuhi selera dan mutu rasa seni orang Belanda saat itu.
Raden Saleh makin mantap memilih seni lukis sebagai jalur hidup. Raden Saleh berkesempatan berpameran di Den Haag dan Amsterdam. Melihat lukisan Raden Saleh, masyarakat Belanda terperangah. Mereka tidak menyangka seorang pelukis muda dari Hindia dapat menguasai teknik dan menangkap watak seni lukis Barat.
Tidak hanya di Belanda, Raden Saleh juga berkesempatan menjadi tamu kerajaan Jerman hingga akhirnya pada tahun 1844, ia kembali ke Belanda dan menjadi pelukis istana kerajaan Belanda. Wawasan seninya pun makin berkembang seiring kekaguman pada karya tokoh romantisme Ferdinand Victor Eugene Delacroix (1798-1863), pelukis Prancis legendaris. Ia pun terjun ke dunia pelukisan hewan yang dipertemukan dengan sifat agresif manusia. Mulailah pengembaraannya ke banyak tempat, untuk menghayati unsur-unsur dramatika yang ia cari.
Tokoh romantisme Delacroix dinilai memengaruhi karya-karya berikut Raden Saleh yang jelas menampilkan keyakinan romantismenya. Saat romantisme berkembang di Eropa di awal abad 19, Raden Saleh tinggal dan berkarya di Prancis (1844 - 1851). Ciri romantisme muncul dalam lukisan-lukisan Raden Saleh yang mengandung paradoks. Gambaran keagungan sekaligus kekejaman, cerminan harapan (religiusitas) sekaligus ketidakpastian takdir (dalam realitas).
Lukisan-lukisannya yang dengan jelas menampilkan ekspresi ini adalah bukti Raden Saleh seorang romantisis. Konon, melalui karyanya ia menyindir nafsu manusia yang terus mengusik makhluk lain. Misalnya dengan berburu singa, rusa, banteng, dll. Raden Saleh terkesan tak hanya menyerap pendidikan Barat tetapi juga mencernanya untuk menyikapi realitas
di hadapannya. Kesan kuat lainnya adalah Raden Saleh percaya pada idealisme kebebasan dan kemerdekaan, maka ia menentang penindasan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....