Menag Nasaruddin Umar di Tonasa: Kemajuan Industri Harus Berjalan Bersama Iman

  • 06 Okt 2026 10:59 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Pangkep - Di tengah dunia industri yang terus bergerak dan menuntut transformasi, ada satu hal yang dinilai tidak boleh kehilangan tempat, yakni iman. Pesan tersebut mengemuka dalam Tabligh Akbar memperingati HUT ke-58 PT Semen Tonasa di Auditorium Kantor Pusat PT Semen Tonasa, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Senin 5 Oktober 2026.

Tabligh Akbar yang mengusung tema “Menguatkan Transformasi dengan Iman, Memperkuat Harmoni dalam Kebersamaan” itu menghadirkan Menteri Agama Republik Indonesia, K.H. Nasaruddin Umar. Kegiatan tersebut menjadi salah satu rangkaian peringatan HUT ke-58 PT Semen Tonasa yang puncaknya akan diperingati pada 2 November mendatang.

Kehadiran Menteri Agama memberi warna tersendiri bagi keluarga besar perusahaan. Sebab, perjalanan Semen Tonasa selama puluhan tahun tidak hanya berkaitan dengan produksi dan pertumbuhan industri, tetapi juga bagaimana perusahaan terus bertransformasi sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat dan lingkungan.

Turut hadir mendampingi Menteri Agama, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan, H. Ali Yafid. Sejumlah pejabat juga hadir, di antaranya Wakil Bupati Pangkep, Direktur Utama PT Semen Tonasa Anis, Sekretaris Daerah Kabupaten Pangkep, Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Pangkep, Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Pangkep, serta jajaran manajemen dan keluarga besar PT Semen Tonasa.

Direktur Utama PT Semen Tonasa Anis menyampaikan apresiasi atas kehadiran Menteri Agama dan para pemangku kepentingan dalam rangkaian peringatan hari jadi perusahaan. Menurutnya, momentum tersebut menjadi kesempatan untuk memperkuat nilai kebersamaan sekaligus merefleksikan perjalanan perusahaan dalam menghadapi perubahan.

PT Semen Tonasa sendiri telah beroperasi sejak 1968 dan kini menjadi salah satu produsen semen terbesar di kawasan Timur Indonesia. Perusahaan memiliki empat unit pabrik dengan kapasitas terpasang sekitar 5,98 juta ton semen per tahun, dengan visi menjadi perusahaan persemenan terkemuka yang efisien dan berwawasan lingkungan.

Semangat transformasi itu juga menjadi bagian dari arah perusahaan sebagai bagian dari SIG, dengan penekanan pada efisiensi, inovasi, tata kelola, integritas, dan keberlanjutan. Namun, di hadapan keluarga besar Tonasa, Menteri Agama mengingatkan bahwa transformasi tidak cukup hanya mengandalkan teknologi, strategi, maupun kekuatan sumber daya manusia.

Menurut Nasaruddin Umar, ikhtiar manusia tetap harus disertai kesadaran spiritual dan ketergantungan kepada Allah SWT. “Manusia tanpa kehendak Tuhan tidak ada artinya. Mintalah kepada Allah, insyaallah Allah akan mengabulkan,” pesan Menag.

Pesan tersebut menjadi salah satu inti Tabligh Akbar. Bahwa kerja keras dan inovasi tetap penting, tetapi manusia juga perlu menyadari adanya kekuatan yang lebih besar di luar kemampuan dirinya.

Bagi Menag, doa juga bukan sekadar ritual. Doa dapat menjadi kekuatan spiritual yang menyatukan hati dan mengingatkan manusia bahwa keberhasilan bukan hanya tentang pencapaian, tetapi juga keberkahan. “Berkah sinergi menghasilkan energi,” menjadi salah satu pesan yang mengemuka dalam kegiatan tersebut.

Nasaruddin juga mengingatkan pentingnya membangun hubungan yang harmonis dengan lingkungan. Menurutnya, keberhasilan perusahaan tidak cukup hanya dibangun melalui kekompakan di dalam organisasi.

“Persahabatan dengan perusahaan tidak cukup dengan kekompakan. Selain dengan sesama, kita juga harus bersahabat dengan lingkungan,” ujarnya.

Pesan tersebut sejalan dengan komitmen PT Semen Tonasa yang menempatkan wawasan lingkungan dan pembangunan berkelanjutan sebagai bagian dari arah perusahaan. Selain itu, Menag menitipkan satu pesan sederhana kepada keluarga besar PT Semen Tonasa sebagai bekal menghadapi berbagai tantangan ke depan.

“Kalau mau sukses, istiqamah.”

Istiqamah, menurut pesan yang disampaikan Menag, harus berjalan bersama karakter dan akhlak. Ia mengingatkan pentingnya nilai ikhlas, sabar, tawadhu, ihsan, qanaah, amanah, muruah, akhlak, dan hayat dalam kehidupan.

Nilai-nilai tersebut menjadi pengingat bahwa keberhasilan tidak semata-mata diukur dari seberapa besar capaian yang diraih, tetapi juga bagaimana proses pencapaian itu dilakukan dan seberapa besar manfaatnya bagi orang lain. Kehadiran Menteri Agama di lingkungan PT Semen Tonasa juga memiliki makna tersendiri.

Nasaruddin Umar sebelumnya pernah menjabat sebagai Komisaris Independen PT Semen Indonesia (Persero) Tbk. Karena itu, kunjungan tersebut menjadi ruang silaturahmi yang mempertemukan nilai keagamaan, dunia industri, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam satu momentum kebersamaan.

PT Semen Tonasa sendiri sebelumnya juga menunjukkan dukungan terhadap kegiatan keagamaan. Pada Agustus 2026, perusahaan mendukung pelaksanaan MTQ Korpri Tingkat Nasional di Auditorium Kantor Pusat PT Semen Tonasa sebagai bagian dari dukungan terhadap penguatan nilai keagamaan dan silaturahmi.

Kepala Kanwil Kemenag Sulsel, H. Ali Yafid, menilai momentum tersebut menjadi bagian penting dalam memperkuat sinergi antara Kementerian Agama, pemerintah daerah, dunia usaha, dan masyarakat. Pembangunan, menurutnya, tidak hanya membutuhkan infrastruktur dan kekuatan ekonomi, tetapi juga sumber daya manusia yang memiliki iman, integritas, kepedulian, dan akhlak.

Pada akhirnya, Tabligh Akbar HUT ke-58 PT Semen Tonasa menjadi lebih dari sekadar rangkaian perayaan hari jadi perusahaan. Kegiatan tersebut menjadi ruang refleksi bahwa transformasi membutuhkan arah, kemajuan membutuhkan nilai, dan kesuksesan membutuhkan keberkahan.

Dari Tonasa, pesan itu kembali digaungkan: menguatkan transformasi dengan iman dan memperkuat harmoni dalam kebersamaan. Kalau ingin lebih kuat untuk headline portal RRI, judul alternatif yang menarik adalah: “Menag Nasaruddin Umar di HUT ke-58 Semen Tonasa: Kalau Mau Sukses, Istiqamah”.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....