Sekjen LSM Pekan 21 : Jangan Biarkan Anak Jadi Alat Kejahatan Jalanan

  • 05 Okt 2026 20:26 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Maros - Sekjen LSM Pekan 21 Amir Kadir., S.H menyoroti keterlibatan anak dan remaja dalam sejumlah aksi kejahatan jalanan. Menurutnya, persoalan usia menjadi salah satu tantangan dalam penanganan kasus yang melibatkan anak.

Ia menilai, terdapat anak yang secara usia masih tergolong di bawah umur, namun telah memiliki pola pikir dan keberanian melakukan tindakan kekerasan. "Kondisi tersebut dinilai semakin memprihatinkan apabila anak-anak dimanfaatkan oleh pihak yang lebih dewasa untuk melakukan aksi kejahatan" tegas Amir Kadir Senin 5 Oktober 2026.

Menurut Amir Kadir,. S.H, anak dan remaja masih berada dalam fase pencarian jati diri sehingga relatif mudah dipengaruhi oleh lingkungan maupun orang lain. "Karena itu, upaya pencegahan tidak cukup hanya dilakukan melalui penindakan setelah kejahatan terjadi. Pemerintah dan aparat penegak hukum juga dinilai perlu memperkuat pemetaan terhadap kelompok anak yang rentan terlibat dalam aksi kekerasan serta meningkatkan pendekatan secara langsung" jelasnya.

Polisi dan Pemerintah Didorong Perkuat Pendekatan Preventif

Amir Kadir., S.H berharap penanganan persoalan kenakalan remaja dan kejahatan jalanan dilakukan secara lebih komprehensif. "Diperlukan pendekatan yang mampu menjangkau anak-anak sebelum mereka terlibat dalam tindak pidana" ucapnya.

Sosialisasi dinilai menjadi salah satu langkah penting. "Kegiatan tersebut tidak hanya dilakukan di sekolah, tetapi juga menyentuh lingkungan tempat anak dan remaja beraktivitas" urai Amir Kadir., S.H.

Ia berharap jajaran Polri, mulai dari tingkat pusat hingga daerah, dapat meningkatkan intensitas pendekatan kepada anak dan masyarakat. "Sosialisasi langsung ke sekolah, desa, maupun lingkungan masyarakat dapat menjadi sarana untuk memberikan pemahaman mengenai konsekuensi hukum serta bahaya terlibat dalam aksi kekerasan dan kejahatan jalanan" harapnya.

Dorong Perhatian Lebih Besar terhadap Persoalan Anak

Amir Kadir., S.H juga berharap Kapolri dan Kapolda Sulawesi Selatan memberikan perhatian lebih terhadap persoalan anak dan maraknya aksi kejahatan jalanan di Sulawesi Selatan. "Karakter masyarakat dan anak-anak di Sulawesi Selatan membutuhkan pendekatan yang sesuai dengan kondisi sosial dan lingkungan setempat" urainya.

Ia menilai, pemahaman terhadap karakter masyarakat lokal dapat menjadi modal penting dalam merancang langkah pencegahan yang lebih efektif. "Harapan kami kepada Kapolri dan Kapolda untuk lebih intens melakukan pendekatan terhadap persoalan anak. Sosialisasi kepada anak saat ini masih sangat perlu ditingkatkan," ujarnya.

Kasus pembusuran yang menewaskan seorang pemuda di sekitar salah satu swalayan di Under Pass Simpang Lima Bandara Baru Minggu 4 Oktober 2026 subuh, masih dalam proses pemeriksaan. Polisi terus mendalami keterangan para pemuda yang diamankan untuk mengungkap secara utuh rangkaian kejadian dan menentukan peran masing-masing pihak berdasarkan fakta penyelidikan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....