Kandungan Surah Al-Ashr Ayat 1-3

  • 04 Okt 2026 17:08 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID,Makassar — Waktu adalah modal utama kehidupan manusia yang berjalan tanpa pernah bisa diputar kembali. Pesan mendalam inilah yang mengemuka dalam kajian Surah Al-Asr ayat 1 hingga 3, di mana jemaah diajak untuk merenungkan kembali esensi waktu, pentingnya menjaga kualitas amal, serta memperkuat ukhuwah lewat nasihat dalam kebaikan dan kesabaran di tengah dinamika kehidupan saat ini.

Hal ini disampaikan oleh Ustaz Andriyanto saat mengawali kajian tafsir Alquran surat Al ashar di masjid nur fisabilillah perumnas sudiang , Minggu, 4 Oktober 2026.

ustad Adriyanto saat membawakan kajian Tafsir Al-Quran di masjid Nur fisabilillah

Mengawali jalannya majelis, Ustadz Andriyanto membuka tausiyah dengan memaparkan secara lugas tentang keutamaan serta keistimewaan yang terkandung di dalam Al-Qur'an. Ia mengingatkan bahwa pedoman hidup umat Islam ini bukan sekadar bacaan biasa, melainkan cahaya penuntun yang memiliki kedudukan mulia di sisi Allah SWT bagi siapa saja yang membaca, merenungkan, serta mengamalkannya dalam kehidupan nyata.

Setelah tuntas menguraikan keagungan Al-Qur'an, ustadz Adriyanto melanjutkan inti kajian dengan membedah Surah Al-Ashr ayat 1 sampai 3 secara komprehensif. Tafsir dan kandungan ayat pendek namun padat makna ini dikupas oleh Ustadz Andriyanto dari berbagai sudut pandang multidimensional, mulai dari esensi waktu, pentingnya keimanan, amal saleh, hingga urgensi saling menasihati dalam kebenaran dan kesabaran.

"Dalam Surah Al-Asr ayat pertama, Allah SWT menyampaikan sumpah-Nya atas nama masa atau waktu (wal-asr) untuk menegaskan kepada seluruh umat manusia bahwa usia yang berjalan menjadi saksi nyata bahwa manusia berada dalam kerugian, kecuali mereka yang senantiasa beriman, beramal saleh, serta saling menasihati dalam kebenaran dan kesabaran," ungkap Ustd Andriyanto.

Ustd Andriyanto menekankan betapa besarnya kerugian manusia apabila menyia-nyiakan waktu yang Allah SWT anugerahkan di dunia ini. " Waktu adalah modal utama yang diberikan Allah kepada kita di dunia, dan Surah Al-Ashr secara tegas mengingatkan bahwa manusia, tanpa terkecuali, berada dalam kerugian kecuali mereka yang mengisi waktunya dengan iman, amal saleh, serta saling menasihati dalam kebenaran dan kesabaran," katanya.

Ustadz Andriyanto memberikan peringatan penting mengenai kehidupan akhirat kelak dengan membeberkan rahasia Ilahi tentang tiga golongan manusia yang diliputi penyesalan. Golongan pertama yang paling berat penyesalannya adalah kaum kafir, karena mereka mendapati diri mereka ditempatkan secara kekal di dalam neraka tanpa ada harapan untuk keluar.

Golongan kedua yang turut merasakan penyesalan mendalam adalah sebagian orang mukmin yang sempat dimasukkan ke dalam neraka terlebih dahulu. Mereka harus menjalani masa hukuman atas dosa-dosa duniawi yang belum sempat ditaubati, sebelum akhirnya diangkat dan dimasukkan ke dalam surga Allah SWT.

Adapun golongan terakhir yang juga mengalami rasa sesal adalah para penghuni surga yang merasakan takjub luar biasa atas nikmat yang mereka terima. Menutup materi tersebut, Ustadz Andriyanto menegaskan:

"Bahkan orang yang masuk surga pun kelak akan merasakan penyesalan, bukan karena siksaan, melainkan karena mereka baru menyadari bahwa segala amal ibadah dan kenikmatan dunia yang mereka korbankan dahulu ternyata tidak ada apa-apanya jika dibandingkan dengan kemuliaan balasan agung dari Allah SWT," ujarnya.

Rangkaian acara kajian rutin subuh di Masjid Nur Fisabilillah Perumnas Sudiang ini kemudian ditutup dengan sesi tanya jawab interaktif . Diharapkan, ilmu yang disampaikan dapat meningkatkan kualitas ibadah serta kesadaran umat Islam untuk senantiasa memanfaatkan waktu secara bijak sebelum hari penyesalan tiba di akhir kelak.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....