Manado-Makassar Makin Dekat, TransNusa Buka Penerbangan Langsung
- 29 Sep 2026 08:23 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Maros - Konektivitas udara antara Sulawesi Utara dan Sulawesi Selatan semakin bertambah. Maskapai TransNusa resmi membuka rute penerbangan langsung Manado-Makassar (MDC-UPG) dan sebaliknya melalui Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan.
Penerbangan perdana rute tersebut berlangsung Senin 28 September 2026 sekaligus menjadi alternatif baru bagi masyarakat yang bepergian antara kedua kota tanpa harus menggunakan penerbangan lanjutan. Pada tahap awal, TransNusa melayani rute Manado-Makassar satu kali sehari. Frekuensinya akan ditingkatkan menjadi dua kali sehari mulai 10 Oktober 2026, dengan penerbangan pagi dan sore.
Pada penerbangan perdana, pesawat TransNusa dengan nomor penerbangan 8B 255 berangkat dari Manado pukul 14.00 waktu setempat dan tiba di Makassar pukul 15.45 WITA. Pesawat kemudian kembali menuju Manado dengan nomor penerbangan 8B 256, berangkat dari Makassar pukul 16.15 WITA dan tiba di Manado pukul 18.00 waktu setempat.
Rute tersebut dilayani menggunakan armada COMAC C909, dengan waktu tempuh sekitar satu jam 45 menit. Pada penerbangan perdana, TransNusa mengangkut sekitar 67 hingga 68 penumpang dari Manado menuju Makassar. Sementara penerbangan dari Makassar menuju Manado membawa 64 penumpang.
Direktur Utama sekaligus Executive Vice President PT TransNusa Aviation Mandiri, Bayu Sutanto, mengatakan penambahan frekuensi penerbangan dilakukan untuk memberikan lebih banyak pilihan waktu perjalanan bagi masyarakat. “Pada awalnya sampai tanggal 9 kita masih satu kali penerbangan, tapi mulai tanggal 10 TransNusa melayani dua penerbangan pagi dan sore hari,” kata Bayu.
Untuk penerbangan tambahan, pesawat dijadwalkan berangkat dari Manado sekitar pukul 05.45 dan tiba di Makassar pukul 07.30 WITA. Pesawat kemudian kembali dari Makassar pukul 08.00 WITA dan tiba di Manado pukul 09.45 waktu setempat. Sementara penerbangan sore tetap melayani rute Manado-Makassar dan Makassar-Manado.
Menurut Bayu, tambahan frekuensi ini memungkinkan penumpang melakukan perjalanan pulang-pergi dalam satu hari, terutama untuk kebutuhan bisnis maupun kedinasan. “Mungkin bisa berangkat pagi pulang sore hari. Bagi beberapa kawan ASN atau BUMN yang ada meeting di Manado, meeting-nya cuma setengah hari, itu membantu sekali,” ujarnya.
TransNusa menyasar berbagai segmen penumpang, mulai dari masyarakat umum, pelaku bisnis, ASN hingga pekerja BUMN. Selain mobilitas bisnis, rute baru ini juga diarahkan untuk mendukung sektor pariwisata.
Makassar dinilai memiliki posisi strategis sebagai salah satu hub penerbangan di kawasan Indonesia Timur, sementara Manado menjadi salah satu pintu masuk wisatawan ke Sulawesi Utara. “Tujuan utamanya adalah membawa semakin banyak turis, wisman yang masuk melalui Manado maupun melalui Bali,” kata Bayu.
Pada penerbangan perdana, tingkat keterisian penumpang atau load factor disebut berada di atas 70 persen. Capaian tersebut dinilai menjadi sinyal awal terhadap permintaan pasar pada rute yang baru dibuka.
| Baca juga: Ramadhan tanpa Rumah Makan dan THM |
TransNusa juga menawarkan tarif penerbangan rute Manado-Makassar mulai sekitar Rp1,8 juta hingga Desember 2026.
Dorong Ekonomi dan Pariwisata Maros
Bupati Maros Andi Syafril Chaidir Syam menyambut pembukaan rute baru tersebut. Menurutnya, tambahan konektivitas udara dapat membuka peluang bagi pertumbuhan ekonomi dan pariwisata. “Yang paling utama kita menganggap bahwa dengan flight penerbangan baru ini TransNusa membuka jalur baik pertumbuhan ekonomi dan pertumbuhan wisata,” kata Chaidir.
Chaidir menilai keberadaan Bandara Internasional Sultan Hasanuddin di wilayah Kabupaten Maros membuat daerahnya turut memiliki kepentingan dalam pengembangan konektivitas udara. Rute Makassar-Manado juga dinilai dapat dimanfaatkan pelaku usaha untuk memperluas jaringan bisnis sekaligus membuka peluang kerja sama di sektor pariwisata.
“Jadi mudah-mudahan dengan kehadiran ini bisa menambah wisatawan kita yang ada di Sulawesi Selatan pada khususnya,” ujarnya.
Menurut Chaidir, konektivitas tersebut dapat memperkuat hubungan antardestinasi wisata di kawasan timur Indonesia. Ia mencontohkan kawasan Geopark Maros-Pangkep yang dapat dikoneksikan dengan berbagai destinasi wisata di Manado hingga Raja Ampat melalui jaringan penerbangan.
Jadi Maskapai Ketiga Layani Rute Makassar-Manado
General Manager Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Ruly Artha, mengatakan TransNusa menjadi maskapai ketiga yang melayani penerbangan langsung Makassar-Manado. Sebelumnya, rute tersebut telah dilayani Lion Air dan Batik Air.
“Pembukaan rute langsung Manado-Makassar oleh TransNusa menjadi tambahan pilihan konektivitas bagi masyarakat di Sulawesi Utara dan Sulawesi Selatan,” kata Ruly.
Ia mengatakan kehadiran rute baru tersebut diharapkan dapat mendukung mobilitas masyarakat, aktivitas bisnis hingga pariwisata antardaerah. Makassar memiliki peran penting sebagai salah satu hub penerbangan di kawasan Indonesia Timur, sementara Manado memiliki sektor pariwisata yang berkembang dan menjadi salah satu pintu masuk wisatawan mancanegara.
“Makassar ini menjadi peran penting untuk menjadi penghubung warga negara asing yang akan masuk melalui Manado ke Sulawesi Selatan,” ujarnya.
Dengan beroperasinya rute baru TransNusa, masyarakat Sulawesi Selatan dan Sulawesi Utara kini memiliki tambahan pilihan penerbangan langsung. Mulai 10 Oktober 2026, TransNusa akan melayani rute Manado-Makassar dan Makassar-Manado sebanyak dua kali sehari, dengan pilihan jadwal pagi dan sore.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....