Semarak Panggung Seni, 32 Finalis Duta Anti Narkoba Maros Edukasi Bahaya Narkoba
- 28 Sep 2026 19:53 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Maros - Kampanye pencegahan penyalahgunaan narkoba tak selalu harus disampaikan melalui seminar atau sosialisasi formal. Di Kabupaten Maros, pesan perang terhadap narkoba dikemas melalui pertunjukan seni yang melibatkan puluhan anak muda.
Sebanyak 32 finalis Duta Anti Narkoba Kabupaten Maros 2026 unjuk bakat sekaligus mengkampanyekan bahaya narkoba melalui panggung seni di Grand Mall Maros, Minggu 27 September 2026 malam. Mengusung tema “Cegah Penyalahgunaan Narkoba Melalui Cipta dan Karya”, kegiatan tersebut menghadirkan beragam pertunjukan, mulai dari seni musik, tari hingga pembacaan puisi.
Pesan-pesan tentang bahaya narkoba diselipkan dalam setiap penampilan. Cara ini dipilih agar kampanye pencegahan narkoba dapat dikemas lebih kreatif, dekat dengan dunia anak muda, sekaligus mudah diterima masyarakat.
Kegiatan yang digelar DPC Granat Maros bersama Ikatan Duta Anti Narkoba (Ikanara) dan Kesbangpol Maros tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Maros Andi Muetazim Mansyur, Anggota DPRD Sulsel Andi Muhammad Irfan AB, Kasat Narkoba Polres Maros IPTU Asri Arif, serta Kepala Badan Kesbangpol Maros Herwan.
Wakil Bupati Maros Andi Muetazim Mansyur mengatakan, posisi geografis Maros sebagai daerah penyangga Kota Makassar membuat wilayah tersebut memiliki kerawanan terhadap peredaran narkoba. “Karena lokasi kita yang memang berbatasan langsung dengan Makassar, makanya posisi kita ini sangat rawan dari peredaran narkoba,” tegas Andi Muetazim.
Menurutnya, pemberantasan narkoba tidak cukup hanya mengandalkan penindakan hukum. Upaya pencegahan dan edukasi kepada generasi muda harus dilakukan sejak dini, mulai dari tingkat SMP, SMA hingga perguruan tinggi. “Kegiatan ini merupakan wujud nyata kepedulian kita semua untuk menyelamatkan generasi muda di Maros ini,” ujarnya.
Sementara itu, Anggota DPRD Sulsel Andi Muhammad Irfan AB mengapresiasi pelaksanaan pemilihan Duta Anti Narkoba yang dinilainya menjadi ruang bagi generasi muda untuk ikut mengambil peran dalam pencegahan penyalahgunaan narkoba.
Ia menyinggung pengungkapan kasus narkoba jenis cair yang diduga diproduksi secara rumahan di Maros. Menurutnya, perkembangan pola produksi dan peredaran narkoba menjadi tantangan baru dalam upaya pencegahan.
“Kita sangat kaget karena baru-baru ini Kasat Narkoba berhasil mengungkap peredaran narkoba jenis cair yang diproduksi secara rumahan di Maros. Ini menandakan, narkoba ini akan semakin mudah beredar karena alat produksinya semakin mudah,” ungkapnya.
Di tempat yang sama, Ketua Ikatan Duta Anti Narkoba (Ikanara) Maros, Aprisal, menjelaskan bahwa 32 finalis yang tampil merupakan hasil seleksi dari 92 orang pendaftar. Pertunjukan bakat tersebut menjadi salah satu rangkaian dalam proses pemilihan Duta Anti Narkoba Maros 2026 yang telah berlangsung selama sekitar dua bulan.
“Melalui pertunjukan ini, pesan pencegahan narkoba kita harap bisa tersampaikan dengan cara yang lebih menarik dan jauh lebih mudah diterima oleh generasi muda ketimbang cara-cara formal. Terlebih kita laksanakan di pusat keramaian seperti ini,” kata Aprisal.
Menurut Aprisal, pelaksanaan Pemilihan Duta Anti Narkoba Maros tahun ini memiliki makna khusus karena telah memasuki satu dekade. Ia menyebut, Maros menjadi satu-satunya kabupaten di Indonesia yang menggelar ajang pemilihan Duta Anti Narkoba selama 10 tahun berturut-turut.
“Kami rasa ini sebuah pencapaian dan jelas juga tidak akan bisa dilakukan jika pemerintah kita tidak peduli. Kita ingin Maros menjadi pilot project pencegahan narkoba di Indonesia yang melibatkan secara aktif kalangan remaja dan anak muda,” ujarnya.
Usai pertunjukan bakat, 32 finalis masih akan menjalani sejumlah tahapan berikutnya, termasuk karantina dan sosialisasi secara langsung kepada masyarakat. Seluruh rangkaian tersebut menjadi bagian dari proses menuju Grand Final Duta Anti Narkoba Kabupaten Maros 2026.
Melalui ajang ini, generasi muda tidak hanya diposisikan sebagai sasaran kampanye pencegahan narkoba, tetapi juga diberi ruang untuk menjadi bagian dari gerakan melawan penyalahgunaan narkoba melalui kreativitas dan karya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....