Anak Mulai Tantrum? Coba Pola Dengarkan, Beri Batasan, Lalu Dengarkan Lagi

  • 24 Sep 2026 18:00 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar - Tantrum menjadi salah satu situasi yang kerap membuat orang tua kewalahan, terutama ketika anak menangis, berteriak, menolak melakukan sesuatu, atau sulit diajak berkomunikasi. Respons orang tua pada saat seperti ini dapat menentukan bagaimana situasi berkembang.

Dalam laman Hand in Hand Parenting menyebut tantrum sebagai salah satu cara anak melepaskan emosi dan perasaan yang sedang mereka alami. Pada usia toddler, anak dapat menghadapi berbagai frustrasi, mulai dari persoalan makan, berpakaian, bermain, hingga menghadapi pengalaman baru.

Karena itu, orang tua tidak selalu perlu buru-buru menghentikan tangisan. Dalam pendekatan yang dijelaskan sumber tersebut, mendengarkan anak ketika sedang marah atau menangis dapat membantu anak mengenali dan memproses emosinya.

Salah satu hal yang dapat dilakukan adalah memperhatikan kondisi anak sebelum tantrum semakin besar. Ketika anak terlihat semakin sulit berkonsentrasi, tidak bisa bermain dengan tenang, atau mulai menolak berbagai permintaan, orang tua dapat mencoba memahami apa yang sedang terjadi.

Jika perilaku anak sudah membutuhkan batasan, orang tua disarankan menyampaikannya dengan tenang dan singkat. Misalnya ketika anak hendak melempar sesuatu, orang tua dapat menghentikan tindakannya dan menyampaikan bahwa benda tersebut tidak boleh dilempar. Setelah itu, orang tua kembali memberikan ruang bagi anak untuk mengekspresikan perasaannya.

Pola yang ditawarkan dalam artikel tersebut pada dasarnya adalah mendengarkan, memberikan batasan, kemudian mendengarkan kembali. Orang tua tidak harus memberikan penjelasan panjang ketika anak sedang berada dalam kondisi emosi tinggi. Kehadiran yang tenang dan kalimat sederhana seperti menunjukkan bahwa orang tua tetap berada di dekat anak dapat menjadi bagian dari proses tersebut.

Selain menghadapi tantrum ketika sudah terjadi, sumber tersebut juga menyebut beberapa cara untuk memperkuat hubungan antara orang tua dan anak sehingga anak memiliki kesempatan lain untuk menyalurkan emosi. Salah satunya adalah menyediakan waktu khusus untuk bermain bersama dan memberikan perhatian kepada anak.

Dengan demikian, menghadapi tantrum bukan hanya tentang bagaimana membuat anak segera berhenti menangis. Orang tua juga dapat menggunakan momen tersebut untuk membantu anak mengenali perasaannya, sambil tetap menetapkan batasan yang diperlukan agar perilakunya tetap aman dan sesuai.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....