Tips Mencegah Risiko Mobil Terbakar saat Perjalanan

  • 19 Sep 2026 09:10 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar - Belakangan ini, fenomena mobil yang terbakar terjadi secara tiba-tiba di jalan raya menjadi salah satu hal yang cukup marak diperbincangkan. Insiden mengerikan ini ternyata dapat menimpa kendaraan apa saja, baik itu mobil keluaran baru maupun kendaraan yang sudah berumur tua. Bagi mobil-mobil lama, ancaman kebakaran umumnya dipicu oleh faktor penurunan kualitas komponen kelistrikan, khususnya kabel yang sudah mulai menurun fungsinya seiring berjalannya waktu.

Penurunan kualitas kabel pada mobil yang sudah berumur panjang merupakan hal yang wajar terjadi karena faktor usia pemakaian. Sebaliknya, pada kendaraan baru, kasus kebakaran akibat korsleting sangat jarang terjadi apabila tidak didahului oleh insiden kecelakaan. Mobil baru biasanya baru akan terbakar secara mendadak apabila mengalami benturan atau kecelakaan hebat yang merusak sistem vital di dalamnya. Dua kasus kebakaran mobil terbaru di Kota Makassar terjadi di Jalan Perintis Kemerdekaan, masing-masing pada September dan Juli 2026.

Guna mengantisipasi dan mencegah terjadinya kendaraan mudah terbakar, dikutip dari website indonesiasafetycenter.org terdapat tiga hal utama yang harus diperhatikan oleh setiap pemilik kendaraan yaitu Aspek pertama yang wajib dicermati adalah kondisi kabel yang kendor atau mengalami kerusakan fisik. Pemilik kendaraan disarankan untuk membiasakan diri mengecek kondisi kelistrikan secara berkala setiap satu hingga dua tahun sekali.

Apabila dalam proses pengecekan ditemukan adanya kabel yang kendor atau robek, tindakan yang harus segera dilakukan adalah menggantinya dengan yang baru. Pemilik mobil sangat dilarang keras menambal kabel yang rusak menggunakan plester perekat biasa. Penambalan dengan plester tergolong sangat berbahaya karena rekatannya berisiko memicu percikan api apabila bersentuhan dengan arus pendek listrik.

Faktor kedua yang perlu mendapat perhatian ekstra adalah potensi kebocoran pada selang bensin mobil. Pengecekan komponen selang bensin ini wajib dilakukan sebelum Anda memulai perjalanan, terutama ketika hendak berkendara menempuh jarak yang cukup jauh. Khusus untuk kendaraan yang telah digunakan lebih dari dua tahun, frekuensi pengecekan selang bensin harus dilakukan sesering mungkin demi keselamatan bersama di jalan.

Faktor ketiga yang tidak boleh diabaikan adalah kondisi dan usia oli mesin yang ada pada kendaraan Anda. Penggantian oli mesin harus dilakukan secara rutin dan tepat waktu sesuai jadwal servis. Jika penggantian diabaikan, kualitas dan kekentalan oli akan berkurang drastis, sehingga memicu mesin menjadi terlalu panas dan berpotensi menimbulkan kebakaran saat terkena percikan api.

Selain memahami berbagai penyebab utamanya, pencegahan insiden kebakaran mobil juga dapat dimaksimalkan melalui sejumlah tips berkendara dan perawatan yang tepat. Langkah-langkah tersebut meliputi pelaksanaan servis dan perawatan rutin ke bengkel resmi, membiasakan diri berkendara secara aman untuk menghindari kecelakaan hebat, serta memastikan instalasi aksesoris kelistrikan dipasang secara benar oleh tenaga ahli. Contoh kasus yang sering memicu masalah adalah kesalahan pemasangan jalur kabel saat menambah perangkat lampu kabut atau foglamp.

Sebagai langkah antisipasi terakhir, setiap pengemudi juga sangat dianjurkan untuk selalu menyediakan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) di dalam kabin mobil. Jika musibah kebakaran tetap terjadi meskipun pencegahan telah dilakukan, kuncinya adalah tetap tenang, segera evakuasi diri ke tempat aman, dan atasi api jika masih kecil menggunakan APAR, pasir, atau air. Namun, apabila api terlanjur membesar dan tak terkendali, keselamatan jiwa adalah yang utama sehingga Anda harus segera menjauh dari kendaraan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....