Warga Keluhkan Gas Melon, Pemkab Maros Siapkan Satgas Pengawasan

  • 12 Sep 2026 14:49 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Maros - Keluhan masyarakat terkait sulitnya mendapatkan LPG 3 kilogram atau gas melon terjadi di sejumlah wilayah Kabupaten Maros. Warga mengaku harus mencari gas hingga berkeliling dan menemukan harga di tingkat pengecer mencapai Rp25 ribu per tabung.

Salah seorang warga Maros, Rusli, mengaku kesulitan mendapatkan LPG 3 kilogram. Menurutnya, kondisi tersebut terjadi meski pasokan di salah satu lokasi pengisian LPG masih terlihat berjalan.

Rusli mempertanyakan distribusi LPG dari agen hingga pangkalan. Ia mendapat informasi bahwa sejumlah pangkalan yang sebelumnya menerima ratusan tabung kini hanya memperoleh sebagian dari jumlah tersebut. "Ia meminta pemerintah daerah turun langsung mengecek rantai distribusi LPG untuk memastikan tidak terjadi permainan dalam penyaluran gas bersubsidi" Sabtu 12 September 2026.

Sementara itu, Koordinator Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas (Hiswanamigas) Maros, H. Asri Abdul Rahim, menyebut kondisi yang terjadi saat ini belum masuk kategori kelangkaan, melainkan kondisi distribusi yang "panas" akibat meningkatnya kebutuhan masyarakat. Menurut Asri, kelangkaan terjadi ketika konsumen sudah harus mengantre di pangkalan.

Sedangkan kondisi di Maros saat ini lebih disebabkan masyarakat harus mencari LPG lebih jauh dari biasanya. "Peningkatan kebutuhan disebut terjadi setiap musim kemarau berkepanjangan. Selain kebutuhan rumah tangga, penggunaan LPG juga meningkat untuk aktivitas pertanian, termasuk pengoperasian pompa air untuk mengairi sawah dan lahan pertanian" jelasnya.

Kondisi tersebut diperparah dengan musim kemarau tahun ini yang berlangsung lebih panjang dan dipengaruhi fenomena El Nino. "Selain petani, peningkatan konsumsi juga terjadi karena adanya sejumlah kegiatan masyarakat, termasuk perayaan keagamaan seperti Maulid yang membutuhkan LPG dalam jumlah lebih besar.

Hiswana Migas mencatat terdapat 12 agen LPG di Maros, dengan 11 agen telah beroperasi dan satu agen baru masih menunggu izin operasional. Setiap agen rata-rata memiliki dua armada pengangkut, dengan kapasitas sekitar 560 tabung per kendaraan" urai H.Asri

Dalam kondisi meningkatnya permintaan, pemerintah Kabupaten Maros telah meminta tambahan pasokan kepada Pertamina melalui mekanisme Extra Dropping. Asri mengatakan, tambahan pasokan tersebut mulai direalisasikan sejak Selasa dan diberikan kepada seluruh agen secara bergiliran.

Pertamina juga mengatur agar tambahan LPG tidak menumpuk di satu pangkalan. "Dalam mekanisme tersebut, pasokan tambahan dibatasi maksimal sekitar 60 tabung untuk satu pangkalan agar distribusi dapat menjangkau lebih banyak titik" paparnya.

Di sisi lain, rantai distribusi LPG juga menghadapi kendala armada. Kendaraan pengangkut LPG disebut harus mengantre mendapatkan solar, sehingga proses pengiriman ke pangkalan ikut mengalami keterlambatan.

Pemerintah Kabupaten Maros juga berencana kembali mengaktifkan satuan tugas atau Satgas pengawasan LPG. Tim ini nantinya melibatkan pemerintah daerah, Pertamina, TNI-Polri, Satpol PP, agen dan unsur terkait lainnya.

Pengawasan diarahkan untuk memastikan LPG 3 kilogram tidak digunakan oleh pihak yang tidak berhak, seperti usaha laundry, peternakan, bengkel atau usaha tertentu yang menggunakan LPG bersubsidi untuk kepentingan komersial. Asri juga mengingatkan masyarakat agar tidak panik dengan membeli LPG secara berlebihan.

Kebiasaan membeli beberapa tabung sekaligus ketika mendapatkan gas dinilai dapat membuat distribusi semakin tidak merata. Di tingkat agen dan pangkalan resmi, harga LPG disebut masih mengikuti harga yang ditetapkan.

Namun, kenaikan harga lebih banyak ditemukan pada tingkat pengecer, terutama ketika LPG telah berpindah tangan beberapa kali. Karena itu, pemerintah diminta memperkuat pengawasan hingga tingkat pengecer dan memastikan LPG bersubsidi benar-benar diterima masyarakat yang menjadi sasaran.

Dengan tambahan pasokan dari Pertamina dan rencana pengawasan bersama, distribusi LPG 3 kilogram di Maros diharapkan kembali normal. Pemerintah juga diharapkan dapat mengantisipasi lonjakan kebutuhan selama musim kemarau agar persoalan serupa tidak terus berulang.

Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan (Kopurindag) Kabupaten Maros, Andi Sam Sophyan, mengatakan pihaknya telah memanggil seluruh agen LPG yang beroperasi di wilayah Maros. "Pemkab Maros juga berencana kembali membentuk satuan tugas (satgas) migas yang melibatkan sejumlah unsur untuk mengawasi distribusi LPG di wilayah tersebut" tegasnya.

Satgas tersebut akan melibatkan sejumlah unsur, antara lain Pertamina, pemerintah daerah, TNI-Polri, Satpol PP, media, dan agen LPG. Keberadaan satgas dinilai penting untuk memastikan distribusi LPG berjalan sesuai peruntukan sekaligus mencegah penggunaan LPG 3 kg oleh pihak yang tidak berhak.

Di tingkat agen dan pangkalan, harga LPG 3 kg disebut masih berada sesuai ketentuan, yakni sekitar Rp18.500 per tabung. Kenaikan harga justru ditemukan di tingkat pengecer.

Di sejumlah wilayah, harga LPG 3 kg bahkan mencapai Rp24.000 hingga Rp25.000 per tabung. Masyarakat diimbau tidak panik dan membeli LPG sesuai kebutuhan, agar pasokan dapat terdistribusi secara merata

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....