Asap Ikan Bakar yang Terhirup Dapat Mengganggu Kesehatan Pernapasan

  • 08 Sep 2026 12:38 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar - Aroma asap dari ikan yang sedang dibakar memang dapat menggugah selera, namun asap hasil pembakaran sebaiknya tidak dihirup secara terus-menerus. Pembakaran menggunakan arang atau kayu menghasilkan berbagai polutan, termasuk partikulat halus dan karbon monoksida. Dikutip dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebut memanggang bahan bakar padat untuk memasak dapat menghasilkan polutan yang berbahaya bagi kesehatan.

Paparan asap ikan bakar dalam waktu singkat dapat menyebabkan mata perih, hidung dan tenggorokan terasa teriritasi, batuk, sakit kepala, hingga sesak atau rasa tidak nyaman di dada, terutama ketika seseorang berada sangat dekat dengan sumber asap. Partikel halus dari proses pembakaran dapat masuk lebih dalam ke saluran pernapasan sehingga mengganggu fungsi paru-paru.

Risiko tersebut dapat menjadi lebih besar jika proses pembakaran dilakukan di ruangan tertutup atau tempat dengan ventilasi yang buruk. Asap dari pembakaran arang dapat meningkatkan konsentrasi karbon monoksida, terutama ketika pembakaran tidak berlangsung sempurna.

WHO juga mencatat bahwa penggunaan arang dalam ruangan dengan ventilasi yang tidak mampu menyebabkan terjadinya emisi karbon monoksida dan menimbulkan risiko keracunan. Selain partikulat dan karbon monoksida, proses pembakaran makanan juga dapat menghasilkan hidrokarbon aromatik polisiklik (PAH) akibat pembakaran bahan organik yang tidak sempurna.

WHO menjelaskan bahwa paparan PAH melalui udara dapat mengiritasi mata dan saluran pernapasan, sementara paparan jangka panjang terhadap beberapa jenis PAH berkaitan dengan peningkatan risiko gangguan paru dan kanker paru. Oleh karena itu, paparan asap sebaiknya diminimalkan, terutama bagi orang yang sering bekerja di sekitar tempat pembakaran.

Untuk mengurangi risiko, pembakaran ikan sebaiknya dilakukan di ruang terbuka atau tempat dengan ventilasi yang baik. Orang yang memasak juga disarankan untuk tidak berdiri tepat di jalur asap dan menggunakan sistem pembakaran yang menghasilkan lebih sedikit asap.

Jika setelah menghirup asap seseorang mengalami sesak napas berat, pusing, nyeri dada, atau kondisi yang semakin memburuk, sebaiknya segera menjauh dari sumber secepatnya dan mendapatkan pertolongan medis. Dengan pengelolaan pembakaran yang baik, ikan bakar tetap dapat dinikmati tanpa mengabaikan kesehatan.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....