Radio Tak Hilang di Era Digital, Bertransformasi Ikuti Perubahan Zaman

  • 03 Sep 2026 13:23 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar - Radio masih memiliki peran penting sebagai media informasi dan hiburan bagi masyarakat, meskipun saat ini menghadapi persaingan dari berbagai platform digital. Perubahan kebiasaan masyarakat dalam mengakses informasi membuat lembaga penyiaran radio perlu melakukan inovasi agar tetap mampu menjangkau pendengar. Kementerian Komunikasi dan Digital menilai perkembangan teknologi telah mendorong perubahan dalam ekosistem penyiaran dan pemanfaatan frekuensi radio.

Dilansir dari website komdigi, salah satu bentuk adaptasi radio adalah menghadirkan layanan siaran melalui internet. Melalui platform digital, masyarakat tidak lagi harus memiliki perangkat radio konvensional untuk menikmati siaran.

RRI, misalnya, menghadirkan RRI Digital yang memungkinkan masyarakat mengakses berbagai siaran RRI melalui smartphone dan koneksi internet. Layanan tersebut memberikan kemudahan bagi pendengar untuk menikmati informasi, hiburan, pendidikan, dan program daerah kapan saja.

Perkembangan teknologi juga membuka peluang bagi radio untuk memperluas jangkauan pendengarnya. RRI menargetkan peningkatan jangkauan siaran terestrial dari 79 persen menjadi 85 persen populasi pada periode 2027–2029. Selain itu, akses terhadap streaming radio digital juga ditargetkan mengalami peningkatan. Hal ini menunjukkan bahwa radio tidak hanya mempertahankan siaran konvensional, tetapi juga mulai memperkuat kehadirannya melalui platform digital.

Di sisi teknologi penyiaran, radio juga mulai memasuki tahap transformasi menuju sistem digital. RRI pada 2026 turut mendorong penerapan Digital Radio Mondiale (DRM) sebagai salah satu teknologi yang dapat meningkatkan efisiensi penyiaran. Teknologi tersebut memungkinkan kapasitas siaran yang lebih besar dibandingkan sistem konvensional sehingga dapat membuka peluang bagi penyelenggara radio untuk menghadirkan lebih banyak program melalui infrastruktur yang tersedia.

Dengan perkembangan tersebut, radio diperkirakan akan terus bertransformasi mengikuti kebutuhan masyarakat. Radio masa kini tidak lagi hanya mengandalkan gelombang frekuensi, tetapi mulai menggabungkan siaran konvensional dengan streaming, aplikasi, dan berbagai platform digital. Kemampuan menghadirkan konten yang relevan serta membangun interaksi dengan pendengar menjadi penting agar radio tetap memiliki tempat di tengah persaingan media digital. Transformasi ini menunjukkan bahwa radio bukan menghilang, melainkan beradaptasi menjadi media audio yang semakin luas dan fleksibel.

Sumber : Kementerian Komunikasi dan Digital
google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....