HEART Perkuat Komitmen Bandara Sultan Hasanuddin Wujudkan Bandara Sehat
- 21 Agt 2026 21:09 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Maros – Upaya mewujudkan lingkungan bandara yang sehat, aman, dan nyaman terus diperkuat di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin. Angkasa Pura Indonesia (Persero) Kantor Cabang Bandara Internasional Sultan Hasanuddin bersama Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan Makassar menggelar HEART (Health Environment Airport Talkshow) pada 20–21 Agustus 2026.
Kegiatan yang mengusung semangat kolaborasi lintas sektor ini digelar di dua lokasi, yakni Area Gate 5–6 pada hari pertama dan Area Terminal Keberangkatan, dekat Island E, pada hari kedua. HEART tidak hanya menjadi ruang edukasi kesehatan, tetapi juga menghadirkan berbagai layanan yang dapat dimanfaatkan pekerja, stakeholder, komunitas bandara, hingga pengguna jasa.
Sejumlah layanan kesehatan yang tersedia antara lain promosi kesehatan, deteksi dini Tuberkulosis (TB), pemeriksaan HIV-AIDS melalui layanan VCT Mobile, Cek Kesehatan Gratis (CKG), pengobatan umum, hingga fisioterapi. Kehadiran layanan tersebut menjadi bagian dari upaya promotif dan preventif di lingkungan bandara, sekaligus mendorong masyarakat untuk lebih peduli terhadap kondisi kesehatan dan melakukan pemeriksaan secara berkala.
General Manager PT Angkasa Pura Indonesia (Persero) Kantor Cabang Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Ruly Artha, mengapresiasi kolaborasi bersama Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan Makassar dalam pelaksanaan HEART. Menurutnya, bandara merupakan ruang publik dengan mobilitas tinggi yang mempertemukan berbagai pihak. Karena itu, aspek kesehatan menjadi bagian penting dalam menciptakan lingkungan yang nyaman bagi seluruh komunitas bandara.
“Bandara merupakan ruang publik yang mempertemukan berbagai pihak dengan aktivitas yang beragam. Karena itu, aspek kesehatan menjadi bagian penting dalam menciptakan lingkungan bandara yang sehat dan nyaman,” ujar Ruly, Jumat 21 Agustus 2026.
Ia mengatakan, melalui HEART, pengguna jasa dan stakeholder dapat memperoleh akses layanan kesehatan dengan lebih mudah selama berada di bandara. “Melalui HEART, kami berharap dapat memberikan kemudahan bagi pengguna jasa serta stakeholders untuk memperoleh akses layanan kesehatan secara langsung selama berada di bandara. Kami mengapresiasi Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan Makassar serta seluruh pihak yang telah berkolaborasi dalam kegiatan ini, dan berharap sinergi serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan,” lanjutnya.
Sementara itu, Koordinator Tim Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan Makassar, dr. Ridha Ilahi, menilai HEART memberikan manfaat bagi berbagai pihak yang beraktivitas di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin. Menurutnya, tingginya aktivitas dan banyaknya stakeholder di kawasan bandara menjadikan kesehatan sebagai aspek yang perlu mendapat perhatian bersama.
“Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi lintas sektor yang ada di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, termasuk para pengguna jasa. Di bandara terdapat banyak stakeholder yang bekerja dan beraktivitas setiap hari, sehingga kami berharap seluruh pihak dapat memanfaatkan layanan Cek Kesehatan Gratis ini sebaik-baiknya,” ujarnya.
Ridha juga berharap kolaborasi antara Angkasa Pura Indonesia, Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan Makassar, dan Forum Bandara Sehat dapat terus diperkuat untuk mendukung terwujudnya lingkungan bandara yang sehat. Selain menyediakan layanan kesehatan, HEART menjadi ruang interaksi dan edukasi antara tenaga kesehatan, komunitas bandara, stakeholder, serta pengguna jasa.
Pelaksanaan layanan di area terminal juga memberikan kemudahan bagi penumpang karena mereka dapat memanfaatkan pemeriksaan kesehatan tanpa harus meninggalkan aktivitas maupun menunggu jadwal penerbangan. Salah satu pengguna jasa, Hafni, mengapresiasi kehadiran layanan tersebut. Menurutnya, pemeriksaan kesehatan di area bandara sangat praktis karena dapat dilakukan sembari menunggu jadwal penerbangan.
“Kegiatan Cek Kesehatan Gratis di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin sangat menarik dan bermanfaat. Saya bisa melakukan pemeriksaan kesehatan sambil menunggu jadwal penerbangan, jadi menurut saya ini sangat membantu dan praktis,” katanya.
Apresiasi juga disampaikan salah satu stakeholder yang mengikuti kegiatan. Ia menilai layanan kesehatan yang diberikan berjalan dengan baik dan didukung petugas yang ramah.
“Kegiatan ini sangat bagus, pelayanannya juga ramah dan baik. Saya berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan dan bahkan diadopsi di bandara-bandara lainnya sebagai bagian dari upaya mendukung terciptanya lingkungan bandara yang sehat,” ujarnya.
Pelaksanaan HEART sekaligus memperkuat komitmen Bandara Internasional Sultan Hasanuddin dalam mendukung program Bandara Sehat melalui penguatan edukasi serta upaya promotif dan preventif. Kegiatan tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai layanan kesehatan sesaat, tetapi menjadi bagian dari upaya berkelanjutan dalam membangun kesadaran dan budaya hidup sehat di tengah komunitas bandara.
Melalui kolaborasi bersama Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan Makassar dan Forum Bandara Sehat, Bandara Internasional Sultan Hasanuddin berkomitmen untuk terus menghadirkan berbagai inisiatif yang mendukung kesehatan, keselamatan, dan kenyamanan seluruh pengguna jasa serta stakeholder.
Sinergi lintas sektor pun diharapkan semakin kuat sehingga Bandara Internasional Sultan Hasanuddin tidak hanya menjadi simpul transportasi udara, tetapi juga mampu menghadirkan lingkungan yang sehat, aman, dan nyaman bagi semua.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....