Ribuan Pendaki Kibarkan Bendera Merah Putih di Puncak Gunung Bawakaraeng
- 17 Agt 2026 12:30 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID. GOWA — Ribuan pendaki dari berbagai daerah di Sulawesi Selatan dan sekitarnya memadati Puncak Gunung Bawakaraeng, Kabupaten Gowa, untuk mengikuti upacara pengibaran bendera Merah Putih dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia. Tradisi tahunan mendaki Gunung Bawakaraeng menjelang 17 Agustus terus menjadi magnet bagi para pecinta alam dan masyarakat umum.
Sejak beberapa hari sebelum hari kemerdekaan, jalur pendakian via Lembanna, Buluballea, Kanreapia, Tassoso dan Panaikang telah dipenuhi oleh 3.785 pendaki yang ingin merasakan khidmatnya upacara di ketinggian 2.830 meter di atas permukaan laut (mdpl). Tepat pada 17 Agustus pagi, upacara pengibaran bendera berlangsung dengan khidmat di area puncak dan lembah Ramma.
Suasana haru dan nasionalisme terpancar saat lagu bangsa Indonesia Raya bergema di tengah kabut dan dinginnya udara pegunungan. Para peserta upacara berdiri tegap memberi penghormatan kepada bendera Merah Putih yang berkibar gagah di atas puncak pegunungan megah tersebut.
Untuk mengantisipasi risiko keselamatan dan menekan dampak lingkungan, tim SAR Gabungan Siaga Merah Putih 2026 bersama potensi SAR, TNI-Polri, dan komunitas pecinta alam disiagakan di sejumlah titik pos pendakian. Tim siaga siap memberikan pertolongan medis serta mengawal kelancaran arus pendakian.
Selain fokus pada keselamatan, panitia dan petugas mengimbau seluruh pendaki untuk menjaga kelestarian alam dengan menerapkan prinsip zero waste (tidak meninggalkan sampah). Seluruh pendaki diwajibkan membawa turun sampah masing-masing guna menjaga keaslian dan kebersihan ekosistem Gunung Bawakaraeng.
Menurut Koordinator Siaga Merah Putih 2026 dari Basarnas Makasssar, Darul Astiadi, tim telah menangani delapan korban yang hipotermia dan satu diantaranya harus dirujuk ke rumah sakit terdekat. “Kami senantiasa memonitor perkembangan para pendaki, dan kami telah menyiapkan potensi SAR Gabungan di beberapa POS. Berharap tidak lagi ada masalah yang berarti. Selain itu, jalur balik pendaki akan terasa padat, apalagi cuaca kemarau akan mengakibatkan debu yang beterbangan dan bisa mengganggu Kesehatan,” jelas Darul.
Diantara para pendaki, terdapat 30 peserta Lintas Merah Putih Nasional. Pendaki yang datang dari kota Makassar dan berbagai wilayah di tanah air, seperti Kalimantan, Malang, dan Jakarta. Menurut Koordinator Lintas Merah Putih, Awal dari Forum Peduli Lingkungan (FPL) Sulsel, kegiatan ini menjadi agenda rutin setiap dua tahun.
“Kegiatan ini sudah berlangsung lama dan menjadi rutinitas FPL setiap dua tahunan. Selain karena ingin mempererat silaturahmi, kami mencoba jalur pendakian. Khususnya yang berada di Gunung Bawakaraeng,” ungkap Awal.
Peringatan HUT RI di Gunung Bawakaraeng ini menjadi simbol semangat pantang menyerah sekaligus wadah untuk mempererat tali persaudaraan antarp ecinta alam di tanah air.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....