31 Santri Adu Potensi di SCSM 2026, Juri: Keberanian Tampil Kemenangan Utama
- 15 Agt 2026 07:39 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID , MAKASSAR — Skill Competition Santri Makassar (SCSM) 2026 menyedot perhatian publik dan kalangan penggiat pendidikan Al-Qur'an. Berbagai cabang lomba, termasuk lomba adzan yang dinilai langsung oleh dewan juri profesional, menunjukkan kualitas luar biasa dari para santri cilik perwakilan Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPA) se-Kota Makassar.
Ketua Panitia SCSM 2026, Ustadz Reynaldi, mengungkapkan rangkaian kegiatan hari pertama berjalan lancar dengan persaingan ketat namun penuh kehangatan. Suasana kompetitif yang sengit tampak pada cabang lomba adzan, di mana kehadiran muazin cilik dari berbagai TPA membuat tuan rumah TPA Damkar merasa tertantang menghadapi kualitas peserta luar.
"Tapi inilah TPA Damkar, menjadi ruang untuk kolaborasi, ruang untuk berkarya, ruang untuk menambah pengalaman. Semoga setelah kegiatan ini kami makin dikenal oleh TPA-TPA lain, dan TPA Damkar juga bisa jadi tempat kolaborasi serta tempat anak-anak santri se-Kota Makassar menambah pengalaman kedepannya," ujar Ustadz Reynaldi. Jumat, 14 Agustus 2026.
Sementara itu, pandangan mendalam disampaikan Supriadi Thalib selaku Juri Lomba Adzan. Menurut Supriadi , penampilan seluruh peserta hari ini menunjukkan variasi kemampuan yang beragam, mulai dari yang tampil matang hingga yang masih tampak canggung karena baru pertama kali mengikuti kompetisi.
"Semua peserta yang hadir hari ini seperti peserta-peserta lomba sebelumnya, seperti biasanya. Ada yang berani, ada yang masih agak gugup, dan masih ada beberapa yang mungkin pertama kali untuk ikut lomba dan seperti itu," kata Supriadi Thalib saat ditemui di sela-sela perlombaan.
Kendati demikian, ia menegaskan bahwa aspek keberanian dan mental untuk tampil di hadapan publik adalah hal utama yang patut diacungi jempol. "Tapi dari apresiasi anak-anak, bahwa keberanian itu yang paling utama," imbuhnya.
Mengingat banyak peserta baru yang unjuk gigi, Supriadi memberikan pesan motivasi agar para santri terus belajar dan mengembangkan potensi diri. Esensi sebuah kompetisi bukanlah sekadar mencari pemenang, melainkan bagaimana seorang anak mampu menaklukkan rasa takut untuk tampil di muka umum.
"Untuk para peserta pemula, ya, terus belajar, terus kembangkan diri. Karena hari ini bukan menjadi siapa yang menang, akan tetapi siapa yang mampu mengalahkan dirinya untuk bisa tampil di depan umum itu adalah sesuatu yang sangat luar biasa," pesan Supriadi.
Berdasarkan data panitia, ajang lomba adzan kali ini diikuti total 31 peserta dari sekitar delapan TPA di Kota Makassar, di mana para santri dan orang tua diimbau tidak berkecil hati jika hasil belum memuaskan karena masih banyak kesempatan di masa mendatang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....