Menantang Arus Demi Pendidikan, Siswa SMPN 23 Simbang Menunggu Jaket Pelampung
- 06 Agt 2026 20:32 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Maros - Setiap pagi, sebelum bel masuk sekolah berbunyi, ratusan siswa SMP Negeri 23 Simbang, Kabupaten Maros, harus lebih dulu menghadapi tantangan yang tidak dialami kebanyakan pelajar lainnya. Mereka menyeberangi sungai menggunakan perahu kecil untuk bisa mengikuti kegiatan belajar mengajar.
Di balik rutinitas itu, tersimpan rasa waswas yang terus menghantui. Saat cuaca memburuk atau debit air meningkat, perjalanan menuju sekolah menjadi semakin berisiko. Hingga kini, harapan para siswa agar segera memperoleh bantuan jaket pelampung dari pemerintah masih belum terwujud.
Salah seorang siswi, Saskia, mengaku pelampung yang sebelumnya dijanjikan belum juga tersedia. Padahal, menurutnya, perlengkapan keselamatan tersebut sangat dibutuhkan mengingat perjalanan dengan perahu menjadi aktivitas yang harus dijalani setiap hari.
"Kami berharap pelampung segera diberikan supaya lebih aman saat menyeberang sungai ke sekolah," ujarnya, Kamis 6 Agustus 2026.
Bagi para siswa, menyeberangi sungai bukan lagi sekadar perjalanan menuju sekolah, melainkan bagian dari perjuangan memperoleh pendidikan. Meski rasa khawatir selalu ada, mereka tetap berangkat demi mengejar cita-cita.
Kondisi tersebut dibenarkan pihak sekolah. Kepala SMP Negeri 23 Simbang, Amir, mengatakan sedikitnya 160 siswa berasal dari wilayah yang berada di seberang sungai. Sebagian memilih memutar melalui jalur darat, namun harus menempuh perjalanan yang jauh lebih panjang dan memakan waktu lebih lama.
Menurut Amir, sekolah telah mendata seluruh siswa yang setiap hari bergantung pada transportasi perahu. Untuk mengantisipasi keterlambatan akibat kondisi penyeberangan, pihak sekolah memberikan kebijakan khusus agar siswa tetap dapat mengikuti proses belajar.
"Kami memberikan dispensasi kepada siswa yang terlambat karena kendala penyeberangan. Yang terpenting mereka tetap bisa mengikuti pembelajaran tanpa merasa dirugikan," katanya.
Meski demikian, Amir menilai solusi tersebut hanya bersifat sementara. Keselamatan siswa saat menyeberangi sungai tetap menjadi perhatian utama yang membutuhkan dukungan pemerintah.
Menanggapi aspirasi tersebut, Wakil Bupati Maros Andi Muetazim Mansyur memastikan Pemerintah Kabupaten Maros telah menindaklanjuti usulan dari pihak sekolah maupun masyarakat.
Ia mengatakan pengadaan jaket pelampung kini sedang diproses sebagai langkah cepat untuk meningkatkan keselamatan para pelajar yang setiap hari menggunakan perahu sebagai sarana transportasi menuju sekolah.
Menurutnya, bantuan pelampung diharapkan dapat mengurangi risiko kecelakaan di sungai sembari pemerintah menyiapkan solusi jangka panjang terhadap akses pendidikan bagi warga di wilayah tersebut.
Bagi para siswa SMP Negeri 23 Simbang, kehadiran jaket pelampung bukan sekadar bantuan perlengkapan. Benda sederhana itu menjadi simbol perlindungan atas semangat mereka dalam menempuh pendidikan, sekaligus bukti bahwa keselamatan anak-anak harus menjadi prioritas dalam menjamin hak memperoleh pendidikan yang layak.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....