Tingkatkan Sinergitas, SMPIT Al Fatih Gelar Pertemuan Bersama Orangtua

  • 02 Agt 2026 18:04 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID. Makassar - Sekolah Menengah Pertama Islam Terpadu (SMPIT) Al Fatih menggelar pertemuan orangtua siswa di awal tahun pelajaran di Saoraja Ballroom, Wisma Kalla Makassar (2/8). Pertemuan serupa menjadi program tahunan untuk meningkatkan sinergitas orangtua dan pihak sekolah.

Program kerja sekolah harus diketahui orangtua siswa selama setahun masa pembelajaran. Hal ini dijelaskan Kepala SMPIT Al Fatih, Abdul Azis. "Perlu kolaborasi antara pihak sekolah dengan orangtua siswa, agar orangtua dapat membantu sekolah untuk melanjutkan pembelajaran dari sekolah ke rumah," jelasnya.

Pembelajaran yang dimaksudkan antara lain kemandirian yang dilakukan di rumah. Semisal, kemampuan membersihkan tempat tidur, mencuci piring, menyeterika pakaian dan lainnya. "Manajemen sekolah terus berupaya untuk meningkatkan kenyamanan belajar anak. Sarana dan prasarana semakin ditingkatkan. Kemampuan belajar yang sesuai dengan kurikulum nasional. Serta pembelajaran yang menyenangkan," lanjut Abdul Azis.

Salah seorang orangtua siswa, Fitri, menyarankan agar setiap ada kegiatan, siswa mendapatkan sertifikat.

"Hal ini mungkin sederhana, tapi menjadi motivasi dan kebanggaan anak setelah menyelesaikan suatu kegiatan," ungkap Fitri. Pertemuan serupa akan sering dilaksanakan setiap bulan.

Selain Parent Teacher Meeting, diselenggarakan Literasi Parenting dengan tema Menguatkan Sinergi: Pendampingan Anak menuju Remaja Berkarakter Qur'ani yang dibawakan Direktur Sekolah Islam Terpadu Al Fatih, DR. Peni Setyowati, S.Si., M.Si., MCPC. Materi berlangsung menarik, karena dikemas dengan apik.

Menurut Peni, keluarga menjadi salah satu pilar penting dalam tumbuh kembang anak. Lingkungan keluarga mampu membentuk karakter anak. Selain keluarga, sekolah dan lingkungan sekitarnya ikut berkontribusi dalam perubahan karakter.

"Ada tiga lingkungan yang mempengaruhi perubahan karakter anak. Keluarga, sekolah dan lingkungan sekitarnya. Dibutuhkan kolaborasi orangtua dan guru, agar anak dapat bertumbuh dan berkembang sebagai remaja yang diharapkan orangtuanya," jelas Peni.

Lebih lanjut Peni menjelaskan bahwa komunikasi menjadi kebutuhan dasar yang mampu membuka ruang diskusi antara orangtua dan anak. Berikan kesempatan anak untuk menyatakan sikapnya dan menyampaikan keinginannya, sehingga orangtua juga tahu apa yang menjadi kebutuhan anak.

"Era sekarang semua serba gawai. Anak-anak lebih senang hidup berselancar di dunia maya. Orangtua juga begitu, sibuk dengan hp masing-masing. Hal ini perlu ada perubahan yang signifikan, agar intensitas komunikasi orangtua dan anak bisa lebih banyak," jelas Peni.

Pola asuh yang dilakukan keluarga dan guru di sekolah, diharapkan dapat menjawab permasalahan remaja. Sehingga, tidak ada lagi remaja yang merasa terabaikan dan memilih diam dan jauh dari pantauan orangtua

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....