Alasan Budaya Barat Pilih Tisu Ketimbang Air
- 17 Jun 2026 09:17 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar - Kebiasaan membersihkan diri usai buang air besar ternyata membagi masyarakat dunia menjadi dua kelompok besar. Masyarakat di wilayah Timur mayoritas terbiasa menggunakan air, sedangkan warga di belahan negara Barat jauh lebih lazim memilih menggunakan tisu toilet sebagai media pembersih utama.
Merujuk hasil penelitian ilmiah bertajuk Toilet Hygiene in the Classical Era, preferensi metode pembersihan ini sebenarnya sudah berakar sejak ribuan tahun lalu. Menariknya, catatan sejarah membuktikan bahwa kertas pembersih justru pertama kali diciptakan di China, sebelum akhirnya industri tisu gulung modern berkembang pesat di Barat pada tahun 1890.
Faktor perbedaan kondisi iklim dan cuaca menjadi alasan paling mendasar mengapa masyarakat non-tropis di negara Barat sangat bergantung pada penggunaan tisu. Di daerah berudara dingin dengan suhu yang ekstrem, orang cenderung enggan bersentuhan langsung dengan air karena sensasi beku yang menusuk kulit tubuh.
Sebaliknya, penduduk yang mendiami wilayah beriklim tropis seperti benua Asia justru sangat senang bersentuhan dengan air demi menjaga kesegaran fisik. Selain didorong faktor alam, penggunaan air di wilayah Timur juga diperkuat oleh ajaran agama seperti Islam dan Hindu yang mewajibkan bersuci secara total dari najis.
Faktor penentu lain yang tidak kalah unik di balik perbedaan tradisi sanitasi kuno ini terletak pada pola menu makanan harian masyarakat. Pola konsumsi warga Barat umumnya sangat rendah serat, sehingga menghasilkan kotoran yang cenderung berukuran lebih kecil, kering, serta dinilai cukup dibersihkan hanya dengan lembaran tisu.
Hal tersebut sangat kontras dengan pola makan masyarakat Asia dan Afrika yang kaya akan asupan serat dari sayur-sayuran maupun biji-bijian. Karakteristik hidangan ini menghasilkan kotoran yang lebih lunak dan bervolume, sehingga secara ilmiah metode membasuh menggunakan air mengalir terbukti jauh lebih higienis serta bersih.
Meskipun membasuh dengan air teruji lebih ampuh mematikan kuman, tradisi memakai tisu di dunia Barat tetap kokoh bertahan hingga hari ini. Perpaduan adaptasi iklim, sejarah industri kertas, serta warisan budaya turun-temurun pada akhirnya melahirkan standar kenyamanan sanitasi yang berbeda di setiap belahan bumi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....