Wakajati Sulut Kunjungi Presidium IKASMIN-SS Pasca Operasi

  • 30 Mei 2026 19:32 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar - Tidak semua perhatian harus diwujudkan dalam kata-kata panjang. Terkadang, kehadiran seseorang di saat yang tepat menjadi bentuk kepedulian yang paling bermakna.

Hal itulah yang tergambar ketika Dewan Pembina Ikatan Keluarga Minang atau IKM Sapayuang Sulawesi Selatan (IKM Sapayuang Sulsel) yang juga diamanah sebagai Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara, H. Ferry Taslim, SH, M.Hum, M.Si, Dt. Toembidjo, menyempatkan diri mengunjungi Presidium IKASMIN Sulawesi Selatan, Sauki Mangkuto Sutan (perantau minang di Makassar), yang tengah menjalani masa pemulihan pasca operasi, Sabtu, 30 Mei 2026.

Di tengah padatnya agenda dan tanggung jawab yang diemban, kunjungan sesama urang awak tersebut menjadi lebih dari sekadar silaturahmi. Ia menjelma menjadi pesan tentang pentingnya menjaga ikatan kemanusiaan, terutama saat seseorang sedang menghadapi ujian kehidupan.

Suasana pertemuan sesama perantau minang di Makassar berlangsung sederhana, jauh dari kesan formal. Namun di balik kesederhanaan itu tersimpan kehangatan yang sulit diukur dengan kata-kata. Doa, senyum, dan percakapan ringan yang terjalin menghadirkan energi positif bagi proses pemulihan yang sedang dijalani.

Turut mendampingi dalam kunjungan tersebut sejumlah pengurus IKASMIN-SS, yang selama ini menjadi bagian dari perjalanan organisasi dan persaudaraan warga Minangkabau di Sulawesi Selatan.

"Bagi masyarakat Minangkabau, hubungan antarsesama tidak berhenti pada ikatan organisasi atau kesamaan daerah asal. Ada nilai yang lebih dalam, yakni rasa memiliki dan tanggung jawab moral untuk saling menguatkan dalam suka maupun duka, "ungkap Ferry Taslim.

Nilai itulah yang tampak dalam pertemuan tersebut. Tidak ada pembahasan besar tentang jabatan atau posisi. Yang hadir adalah ketulusan untuk memastikan seorang sahabat, seorang dunsanak, tidak menghadapi masa sulit seorang diri.

"Di tengah kehidupan yang semakin cepat dan individualistis, momen seperti ini menjadi pengingat bahwa keberhasilan sebuah komunitas tidak hanya diukur dari program dan kegiatan yang dijalankan, tetapi juga dari kemampuan anggotanya menjaga empati dan kepedulian, "tambahnya.

Kunjungan Ferry Taslim dan rombongan menjadi refleksi bahwa persaudaraan sejati bukan sekadar hubungan yang terjalin saat keadaan baik-baik saja. Persaudaraan menemukan maknanya yang paling dalam ketika hadir di saat seseorang membutuhkan dukungan, perhatian, dan penguatan. Dan dalam pertemuan sederhana itu, nilai persaudaraan kembali menunjukkan kekuatannya sebagai penopang harapan dan penguat langkah menuju kesembuhan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....