Makna Pemotongan Hewan Qurban dalam Sejarah Agama Islam

  • 25 Mei 2026 06:22 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar - Hari Raya Idul Adha merupakan salah satu perayaan besar umat Islam yang identik dengan penyembelihan hewan qurban seperti sapi, kambing, atau unta. Tradisi ini bukan sekadar kegiatan keagamaan, tetapi memiliki sejarah panjang yang berkaitan dengan kisah keteladanan Nabi Ibrahim AS dan putranya, Nabi Ismail AS.

Dalam ajaran Islam, qurban menjadi simbol ketakwaan, keikhlasan, dan pengorbanan seorang hamba kepada Allah SWT, sebagaimana dijelaskan oleh Kementerian Agama Republik Indonesia. Sejarah qurban bermula ketika Nabi Ibrahim AS mendapat perintah melalui mimpi untuk menyembelih putranya, Nabi Ismail AS.

Perintah tersebut merupakan ujian keimanan yang sangat berat. Namun, Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS menunjukkan kepatuhan penuh terhadap perintah Allah SWT.

Saat penyembelihan akan dilakukan, Allah SWT menggantikan Nabi Ismail AS dengan seekor domba sebagai bentuk rahmat dan bukti bahwa keduanya telah lulus ujian keimanan. Peristiwa ini kemudian diperingati setiap Hari Raya Idul Adha oleh umat Islam di seluruh dunia, berdasarkan penjelasan dari Kementerian Agama Republik Indonesia.

Makna utama dari pemotongan hewan qurban adalah mendekatkan diri kepada Allah SWT serta menanamkan nilai keikhlasan dalam beribadah. Kata “qurban” sendiri berasal dari bahasa Arab “qarraba” yang berarti dekat.

Melalui ibadah qurban, umat Islam diajarkan untuk rela berbagi rezeki dan mengutamakan kepentingan orang lain, terutama kaum fakir dan masyarakat yang membutuhkan. Daging qurban biasanya dibagikan kepada masyarakat sebagai bentuk kepedulian sosial dan mempererat tali persaudaraan antarumat, sebagaimana dijelaskan dalam edukasi keagamaan Kementerian Agama RI.

Selain memiliki nilai spiritual, qurban juga mengandung pesan moral tentang pentingnya pengorbanan demi kebaikan bersama. Umat Islam diajarkan untuk tidak terlalu mencintai harta benda secara berlebihan.

Dengan berqurban, seseorang belajar mengikhlaskan sebagian hartanya demi menjalankan perintah agama dan membantu sesama. Tradisi ini juga menjadi sarana memperkuat rasa gotong royong dan kebersamaan di lingkungan masyarakat saat proses penyembelihan hingga pembagian daging berlangsung.

Hingga kini, tradisi qurban tetap dilaksanakan oleh umat Islam di berbagai negara sebagai bentuk penghormatan terhadap sejarah perjuangan Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS. Nilai-nilai pengorbanan, ketakwaan, dan kepedulian sosial yang terkandung dalam ibadah qurban menjadikan perayaan Idul Adha bukan hanya sekadar ritual tahunan, tetapi juga momentum memperkuat hubungan manusia dengan Allah SWT serta sesama manusia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....