Pengaruh Teknologi dan Sosial dalam Mempersiapkan Generasi Berkarakter Baik

  • 16 Mei 2026 09:03 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID,Makassar - Di era disrupsi informasi saat ini, tantangan dalam mendidik generasi muda bukan lagi sekadar persoalan akademis, melainkan bagaimana menjaga kemurnian karakter di tengah kepungan pengaruh teknologi dan dinamika sosial saat ini.

Menurut Prof. DR.Hj.Rahmi Damis.,M.Ag (Guru Besar UIN Alauddin Makassar) dalam wawancaranya di PRO1 RRI Makassar jumat, 15 Mei 2026, Islam tidak pernah memandang teknologi sebagai musuh, melainkan sebagai wasilah atau sarana yang bersifat netral. Namun, dalam perspektif Islam, setiap nikmat teknologi membawa tanggung jawab moral atau amanah yang besar. “Karakter seorang Muslim harus menjadi filter utama dalam menggunakan alat komunikasi modern agar tidak terjerumus ke dalam kemudharatan. Tanpa landasan iman yang kuat, teknologi yang seharusnya memudahkan dakwah dan silaturahmi justru bisa menjadi pintu masuk bagi rusaknya adab dan moralitas generasi muda,”jelasnya.

Dalam kacamata sosial, Prof. DR.Hj.Rahmi Damis juga menekankan pentingnya konsep lingkungan yang baik. Ia menjelaskan bahwa manusia adalah makhluk sosial yang sangat mudah terwarnai oleh lingkungan sekitarnya, sebagaimana sabda Rasulullah SAW tentang perumpamaan teman yang baik dan teman yang buruk. Di era digital sekarang, lingkungan sosial tidak lagi terbatas pada ruang fisik, melainkan juga ruang siber (media sosial). Oleh karena itu, selektivitas dalam memilih "teman duduk" di dunia maya menjadi kunci dalam mempertahankan integritas karakter seorang anak.

"Dalam Islam sendiri, teknologi harus dipandu oleh wahyu. Kita tidak boleh membiarkan anak-anak kita berselancar di dunia maya tanpa bekal konsep muraqabah, yaitu kesadaran bahwa Allah senantiasa mengawasi setiap ketukan jari mereka di layar ponsel,karena itu akan memberikana dampak dalam pembentukan karakter mereka di masa depan,kalua itu positif pasti dampaknya positif tapi kalau sebaliknya negative pasti juga akan negative nantinya, " ungkap Prof. DR.Hj.Rahmi Damis. Beliau menegaskan bahwa kejujuran di ruang siber adalah ujian karakter yang sesungguhnya di masa kini, di mana pengawasan manusia sering kali tidak menjangkau aktivitas pribadi anak.

Lebih lanjut, beliau menjelaskan bahwa pengaruh sosial yang negatif sering kali bermula dari hilangnya peran keluarga sebagai benteng pertahanan pertama. “Islam menempatkan orang tua bukan hanya sebagai penyedia fasilitas, tetapi sebagai pendidik spiritual. Prof. DR.Hj.Rahmi Damis mengingatkan bahwa gadget tidak boleh menggantikan posisi orang tua dalam menanamkan nilai-nilai ketauhidan. Keharmonisan dan komunikasi yang berbasis kasih sayang di rumah akan membuat anak tidak mencari validasi semu di dunia maya yang sering kali menjebak mereka pada perilaku yang menyimpang dari syariat islam,” lanjutnya.

Integrasi antara literasi digital dan penguatan iman (IMTAQ) menjadi solusi yang ditawarkan dalam diskusi tersebut. Prof. DR.Hj.Rahmi Damis berpendapat bahwa pendidikan karakter di era modern harus mampu menjawab tantangan zaman dengan tetap berpegang teguh pada Al-Qur'an dan Sunnah. Generasi yang berkarakter baik adalah mereka yang mampu menguasai teknologi untuk kemaslahatan umat, namun tetap rendah hati dan menjunjung tinggi etika Islam dalam berinteraksi sosial, baik secara langsung maupun melalui media elektronik.

Prof. DR.Hj.Rahmi Damis memberikan pesan kuat bagi para pendidik dan orang tua Muslim. Beliau menekankan bahwa karakter yang baik atau akhlakul karimah adalah modal utama agar generasi mendatang tidak tergilas oleh zaman. "Jangan kita semua hanya sibuk mengejar kecanggihan teknologi, tapi lupakan kecanggihan budi pekerti. Karakter adalah investasi akhirat; ia adalah cahaya yang akan menuntun anak-anak kita tetap di jalan yang lurus meski badai pengaruh sosial dan teknologi menerjang begitu dahsyat," pungkas beliau.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....