Quarter Life Crisis Kerap Dialami Usia 20-an, Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya
- 11 Mei 2026 11:40 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID ,Makassar – Memasuki usia 20-an kerap menjadi fase yang menantang bagi banyak orang. Pada masa ini, seseorang mulai menghadapi berbagai persoalan hidup, mulai dari karier, relasi, hingga pencarian jati diri.
Kondisi tersebut dikenal sebagai quarter life crisis, yakni periode ketika seseorang merasa bingung, khawatir, dan kehilangan arah terkait masa depan. Fenomena ini umum dialami oleh lulusan baru maupun pekerja muda yang sedang beradaptasi dengan dunia profesional dan tuntutan kehidupan dewasa.
Dalam siniar bertajuk Dealing with Quarter Life Crisis, People Development Enthusiast sekaligus Co-Founder followyourflow.id, Vicario Reinaldo, menjelaskan bahwa fase ini ditandai dengan banyaknya pertanyaan terhadap pilihan hidup yang telah diambil.
Menurutnya, salah satu penyebab utama quarter life crisis adalah seseorang tidak terbiasa mengambil keputusan secara mandiri.“Sejak kecil hingga kuliah, banyak keputusan kita ditentukan lingkungan sekitar,” ujar Vicario.
Kondisi tersebut membuat seseorang kurang terbiasa mengenali kebutuhan dan tujuan hidupnya sendiri.Selain itu, perkembangan teknologi yang pesat juga memunculkan beragam profesi dan peluang karier baru, sehingga meningkatkan persaingan di dunia kerja.
Banyak anak muda merasa kemampuan yang dimiliki belum cukup untuk memenuhi ekspektasi karier maupun kebutuhan hidup. Faktor lain yang turut memperburuk kondisi ini adalah penggunaan media sosial secara berlebihan.
Media sosial kerap menampilkan pencapaian terbaik orang lain, sehingga memicu perasaan tertinggal dan membandingkan diri secara tidak sehat.Meski demikian, quarter life crisis dinilai sebagai fase yang normal dalam proses menuju kedewasaan.
Untuk mengatasinya, seseorang disarankan melakukan refleksi diri dengan mengenali kelebihan, kekurangan, serta tujuan yang ingin dicapai dalam jangka pendek maupun panjang.Selain itu, membuka diri terhadap pengalaman dan keterampilan baru juga dapat membantu meningkatkan rasa percaya diri.
Vicario juga menekankan pentingnya memulai dari langkah kecil dan tidak terburu-buru dalam mencapai tujuan hidup.Menurutnya, proses menuju kematangan membutuhkan waktu, sehingga seseorang perlu menjalani fase tersebut dengan lebih sadar dan terarah. “Kalau merasa khawatir atau bingung, itu tanda kita sedang berproses,” katanya.
Quarter life crisis dapat menjadi momentum bagi anak muda untuk lebih memahami diri sendiri, membangun ketahanan mental, dan menentukan arah hidup yang lebih jelas.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....