Rumah Hijau Denassa: Ruang Edukasi Lingkungan dan Budaya di Sulawesi Selatan

  • 10 Mei 2026 14:12 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID - Makassar : Rumah Hijau Denassa merupakan ruang edukasi lingkungan dan budaya yang berdiri sejak tahun 2007 dengan tujuan membangun kesadaran generasi muda terhadap pentingnya menjaga alam sekaligus melestarikan identitas budaya. Bagi Denassa, menyelamatkan lingkungan bukan hanya tentang menjaga pohon dan hutan, tetapi juga menjaga warisan budaya yang selama ini hidup berdampingan dengan alam.

Edukasi menjadi langkah utama yang dilakukan melalui pendekatan yang menyenangkan, rasional, dan dekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat. Darmawan Denassa yang merupakan Pemilik Rumah Hijau Denassa dalam Obrolan Apresiasi Budaya Lokal Pro4 RRI Makassar pada hari Jumat, 8 Mei 2026 mengatakan, dengan lahan seluas satu hektare, Rumah Hijau Denassa memang kecil jika dibandingkan dengan luasnya hutan raya.

Namun, tempat ini menjadi pusat pembelajaran yang terus “berdenyut” melalui berbagai kegiatan edukasi. Ratusan spesies tanaman yang dikoleksi dijadikan media belajar bagi anak-anak dan masyarakat.

“Proses pembelajaran dilakukan melalui storytelling atau menceritakan sejarah dan budaya yang berkaitan dengan tanaman. Misalnya, kisah tanaman yang digunakan dalam pembuatan perahu pada cerita rakyat Bugis tentang Sawerigading dan Wé Cudai. Cerita-cerita seperti ini membuat anak-anak lebih mudah memahami bahwa alam memiliki hubungan erat dengan sejarah, budaya, dan kehidupan manusia”, terang Denassa.

Denassa menambahkan, Rumah Hijau Denassa tidak hanya mengajarkan cerita dan mitos semata. Anak-anak juga diajak berpikir rasional agar mampu memahami ilmu pengetahuan secara kritis.

Salah satu contohnya adalah penjelasan mengenai tanaman rambusa yang sering disebut masyarakat sebagai “makanan ular”. namun dalam pemaparannya terhadap anak-anak bahwa ular adalah hewan karnivora sehingga tidak mungkin memakan buah tersebut. Lebih lanjut Denassa mengatakan melalui pendekatan rasional seperti ini, anak-anak didorong untuk berpikir ilmiah, meneliti, dan menemukan pengetahuan baru tentang alam semesta.

Menurut Denassa, hanya orang yang berpikir rasional yang mampu menghasilkan ilmu pengetahuan baru tanpa terjebak pada mitos semata. “Peran Rumah Hijau Denassa dalam masyarakat juga semakin berkembang. Tempat ini kini menjadi desa wisata dan mitra dari Kementerian Pariwisata, sekaligus kampung literasi yang aktif mengenalkan keanekaragaman hayati kepada generasi muda. Banyak sekolah di Makassar menjadikan Denassa sebagai lokasi field trip untuk belajar tentang lingkungan, pertanian, hingga budaya lokal. Di sana, anak-anak tidak hanya belajar mengenal tanaman, tetapi juga diajarkan nilai kehidupan seperti menghargai makanan, menghormati jerih payah petani, dan tidak menyia-nyiakan sumber daya alam”, ucap Denassa.

Denassa menegaskan bahwa Peran Rumah Hijau di tengah perkembangan teknologi dan era digital sangat penting sebagai sarana edukasi generasi muda. Selama hampir dua dekade, seluruh aktivitas dan dokumentasi Rumah Hijau Denassa telah disimpan dengan rapi. Ke depan, mereka berencana membangun tim khusus untuk memperluas penyebaran edukasi melalui media sosial agar semakin banyak anak muda yang terinspirasi menjaga lingkungan dan budaya“, tutup Denassa.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....