Trend Influencer Dinilai Memengaruhi Pola Pikir Generasi Muda

  • 07 Mei 2026 09:02 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID,Makassar – Budaya influencer di media sosial semakin berkembang dan memengaruhi cara masyarakat memandang gaya hidup, tren, hingga kesuksesan. Namun di balik citra glamor yang ditampilkan, budaya ini juga menyimpan sejumlah dampak negatif yang kerap luput dari perhatian.

Dikutip dari Thefridaytimes.com, Platform seperti Instagram, TikTok, dan YouTube telah melahirkan banyak figur publik digital yang mampu memengaruhi opini dan perilaku konsumen.

Salah satu dampak yang paling sering muncul adalah terciptanya standar hidup yang tidak realistis. Banyak influencer menampilkan kehidupan mewah, penampilan sempurna, hingga kebahagiaan tanpa cela melalui konten yang telah dikurasi dan diedit.

Kondisi tersebut dapat memicu rasa rendah diri, terutama pada remaja yang kerap membandingkan kehidupan mereka dengan apa yang dilihat di media sosial. Penggunaan filter, pencahayaan, hingga rekayasa konten juga dinilai memperkuat ilusi tersebut.

Di sisi lain, influencer sendiri juga menghadapi tekanan besar untuk terus aktif dan relevan di dunia maya. Tuntutan membuat konten secara konsisten dapat memicu stres, kelelahan mental, bahkan depresi.

Budaya influencer juga memunculkan persoalan etika, terutama terkait promosi produk berbayar yang tidak selalu disampaikan secara transparan. Tidak sedikit pengikut yang akhirnya membeli produk karena percaya pada rekomendasi influencer, meski konten tersebut merupakan bagian dari kerja sama komersial.

Selain itu, maraknya promosi gaya hidup konsumtif dinilai mendorong masyarakat untuk berbelanja secara berlebihan demi mengikuti tren. Hal ini tidak hanya berdampak pada kondisi finansial, tetapi juga meningkatkan perilaku konsumtif di masyarakat.

Meski demikian, budaya influencer tidak sepenuhnya berdampak negatif. Sejumlah kreator konten memanfaatkan platform digital untuk edukasi, kampanye sosial, hingga meningkatkan kesadaran tentang kesehatan mental.

Karena itu, para pengguna media sosial diimbau untuk lebih kritis dalam menyikapi konten digital serta tidak mudah membandingkan kehidupan nyata dengan apa yang tampil di dunia maya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....