BMKG Peringatkan El Nino Picu Kekeringan di Sulsel

  • 06 Mei 2026 07:05 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika BMKG Sulawesi Selatan mengeluarkan peringatan dini terkait fenomena El Nino yang diprediksi akan menyertai musim kemarau tahun ini. Berdasarkan hasil pemantauan, terdapat peluang yang sangat tinggi bagi wilayah ini untuk menghadapi kondisi cuaca ekstrem yang lebih kering dari biasanya.

Ketua Kelompok Kerja Data dan informasi BMKG Stasiun Klimotologi Sulawesi Selatan Makassar, Syamsul Bahri mengatakan prediksi El Nino untuk periode Mei, Juni, hingga Juli berada pada kategori moderat atau sedang. Angka peluang terjadinya fenomena ini mencapai 94 persen, yang berarti kemungkinan besar akan berdampak signifikan pada curah hujan.

"Kondisi El Nino ini menjadi perhatian serius karena sifatnya yang menambah pengurangan curah hujan di saat wilayah sudah memasuki musim kemarau. Hal ini memicu kekhawatiran akan terjadinya defisit air bersih yang dapat mengganggu kebutuhan sehari-hari masyarakat di berbagai kabupaten dan kota,"ucap Syamsul saat berbincang bersama RRI Lewat Dialog Interaktif Makassar Menyapa Pagi, Senin, 4 Mei 2026.

Syamsul Bahri mengatakan bahwa Puncak dari dampak kemarau yang dibarengi El Nino ini diprediksi akan terjadi secara merata pada bulan Agustus, September, hingga Oktober. Pada periode tersebut, intensitas kekeringan diperkirakan mencapai titik tertinggi di seluruh wilayah Sulawesi Selatan.

BMKG mengimbau masyarakat untuk mulai melakukan langkah mitigasi mandiri dengan cara lebih efisien dalam menggunakan air bersih. Pola konsumsi air yang boros harus segera diubah untuk menjaga ketersediaan cadangan air hingga akhir tahun.

"Karena El Nino ini menambah berkurangnya curah hujan, otomatis kita akan mengalami defisit air gitu ya, Mungkin masyarakat kami imbau untuk efisien dalam penggunaan air bersih, Kemudian untuk pemerintah mungkin PDAM untuk bersiap-siap akan terjadinya curah hujan yang lebih rendah dibanding kebiasaannya,” ungkap Syamsul Bahri kepada RRI.

Lebih lanjut Syamsul Bahri mengatakan, Selain kepada masyarakat, peringatan ini juga ditujukan kepada pihak pemerintah daerah dan penyedia layanan air bersih seperti PDAM. Instansi terkait diharapkan segera bersiap menghadapi kemungkinan penurunan debit air yang berada di bawah ambang batas normal.

Langkah antisipasi sejak dini sangat diperlukan agar dampak kekeringan tidak meluas dan mengganggu sektor vital lainnya. Dengan persiapan yang matang, diharapkan Sulawesi Selatan dapat melewati fase El Nino ini dengan risiko yang minimal.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....