Peran Ki Hadjar Dewantara di Indische Partij dalam Sejarah Indonesia

  • 01 Mei 2026 18:39 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar - Ki Hadjar Dewantara tidak hanya dikenal sebagai Bapak Pendidikan Nasional, tetapi juga memiliki peran penting dalam pergerakan politik melalui Indische Partij. Keterlibatannya menjadi bagian awal perjuangan menuju kemerdekaan Indonesia.

Melansir dari Jurnal Intelek dan Cendikiawan Nusantara, Indische Partij atau disebut dengan partai hindia didirikan pada 25 Desember 1912 sebagai organisasi politik yang secara terbuka menyerukan kemerdekaan. Organisasi ini diprakarsai oleh tiga tokoh utama yang dikenal sebagai Tiga Serangkai.

Ketiga tokoh tersebut adalah Ernest Douwes Dekker, Ki Hadjar Dewantara, dan Cipto Mangunkusumo. Mereka menjadi pelopor dalam menyuarakan persatuan tanpa membedakan latar belakang ras dan golongan.

Dalam pergerakan ini, Ki Hadjar Dewantara dikenal aktif melalui tulisan-tulisan kritis terhadap pemerintah kolonial. Salah satu tulisannya yang terkenal berjudul “Seandainya Aku Seorang Belanda” yang mengkritik kebijakan penjajahan secara tajam.

Akibat sikap kritis tersebut, Ki Hadjar Dewantara bersama tokoh lainnya mendapat tekanan dari pemerintah kolonial Belanda. Ia kemudian diasingkan ke Belanda sebagai bentuk pembatasan terhadap aktivitas politiknya.

Pengalaman selama di pengasingan justru membuka wawasan baru, terutama dalam bidang pendidikan. Hal ini kemudian menjadi dasar bagi Ki Hadjar Dewantara untuk memperjuangkan pendidikan nasional setelah kembali ke Indonesia.

Keterlibatan dalam Indische Partij menunjukkan bahwa perjuangan Ki Hadjar Dewantara tidak hanya melalui pendidikan, tetapi juga melalui jalur politik. Peran ini menjadi bagian penting dalam sejarah perjuangan bangsa Indonesia menuju kemerdekaan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....