Transformasi Kota dan Tantangan Polusi Cahaya

  • 30 Apr 2026 12:46 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar – Memasuki pertengahan tahun 2026, konsep ekonomi malam hari (night economy) telah menjadi pilar baru bagi pertumbuhan domestik di berbagai kota besar di Indonesia seperti Jakarta, Surabaya, dan Makassar. Pemerintah daerah mulai mengoptimalkan pemanfaatan waktu malam dengan memperpanjang operasional transportasi publik serta memberikan insentif bagi pelaku UMKM sektor kuliner dan kreatif.

Langkah ini bertujuan untuk mendistribusikan konsumsi masyarakat agar tidak menumpuk di jam sibuk siang hari, sekaligus menciptakan lapangan kerja baru di sektor jasa dan keamanan. Transformasi malam hari menjadi pusat aktivitas ekonomi juga didukung oleh pembaruan infrastruktur pencahayaan kota yang lebih cerdas.

Penggunaan lampu jalan berbasis sensor gerak dan LED hemat energi telah dipasang di ribuan titik untuk memastikan keamanan warga yang beraktivitas hingga larut malam. Integrasi teknologi ini tidak hanya menekan biaya listrik daerah hingga 30 persen, tetapi juga memberikan rasa aman bagi para pekerja shift malam dan pengguna transportasi publik.

Namun, di balik pesatnya aktivitas malam hari, para peneliti lingkungan mulai menyoroti dampak polusi cahaya yang kian meningkat di wilayah perkotaan. Cahaya buatan yang berlebihan dinilai dapat mengganggu ritme sirkadian manusia dan ekosistem hewan nokturnal di sekitar penyangga kota.

Menanggapi hal tersebut, gerakan “Malam Langit Gelap” mulai dikampanyekan di sejumlah wilayah edukasi dan observatorium guna mengembalikan kondisi langit malam yang alami. Upaya ini dilakukan dengan mengatur arah pencahayaan agar lebih fokus ke jalanan dan tidak membias ke langit, serta menetapkan zona gelap di kawasan tertentu.

Ke depan, pemerintah dihadapkan pada tantangan untuk menyeimbangkan pengembangan ekonomi malam dengan kelestarian lingkungan. Regulasi terkait standar pencahayaan luar ruang tengah disiapkan untuk memastikan modernisasi kota tetap memperhatikan kesehatan masyarakat dan keberlanjutan ekosistem.

Hal ini sejalan dengan peta jalan pengembangan ekonomi malam yang disusun oleh Badan Perencanaan Pembangunan Nasional pada Maret 2026, yang menekankan pentingnya pertumbuhan kota yang berkelanjutan.

Dengan pengelolaan yang tepat, malam hari di Indonesia diharapkan tidak hanya produktif secara ekonomi dan aman secara sosial, tetapi juga tetap sehat bagi manusia dan lingkungan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....