Keagungan Masjid Al-Hilal Katangka, Saksi Bisu Kerajaan Gowa

  • 09 Apr 2026 13:29 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar - Berdiri kokoh di tengah modernisasi Kabupaten Gowa, Masjid Al-Hilal atau yang lebih dikenal sebagai Masjid Katangka, tetap menjadi magnet bagi wisatawan dan sejarawan di tahun 2026. Dibangun pada tahun 1603, masjid ini menyandang gelar sebagai masjid tertua di Sulawesi Selatan.

Struktur bangunannya bukan sekadar tempat ibadah, melainkan monumen hidup yang menandai titik awal masuknya Islam secara resmi di Kerajaan Gowa dan Tallo, yang kemudian menyebar ke seluruh pelosok Nusantara bagian timur. Arsitektur Masjid Katangka menampilkan perpaduan budaya yang unik dan sarat akan makna filosofis.

Pengaruh gaya bangunan Jawa terlihat jelas pada atap tumpang dua yang mirip dengan Masjid Agung Demak, sementara pengaruh Eropa tampak pada pilar-pilar kokoh serta jendela besar bergaya kolonial. Keunikan lainnya adalah pengaruh ornamen Tiongkok pada bagian mimbar dan keramik dindingnya.

Akulturasi ini membuktikan bahwa sejak abad ke-17, Kerajaan Gowa telah menjadi pusat perdagangan internasional yang sangat terbuka terhadap berbagai kebudayaan dunia. Dinding masjid yang memiliki ketebalan mencapai 1,2 meter terbuat dari susunan batu bata kuno yang direkatkan dengan campuran putih telur dan pasir. Ketebalan ini bukan tanpa alasan; selain untuk menjaga suhu ruangan tetap sejuk di tengah cuaca panas Sulawesi Selatan, dinding tersebut juga berfungsi sebagai benteng pertahanan pada masa peperangan.

Di sekitar area masjid, terdapat kompleks pemakaman raja-raja Gowa dan keturunannya, yang menambah suasana sakral dan mempertegas posisi masjid ini sebagai pusat spiritual kerajaan di masa lampau. Hingga saat ini, Masjid Katangka masih berfungsi aktif sebagai pusat kegiatan keagamaan masyarakat setempat.

Tradisi-tradisi kuno, seperti perayaan Maulid Nabi dan ritual adat lainnya, masih rutin dilaksanakan dengan khidmat di area ini. Pengelola masjid dan pemerintah daerah terus bersinergi untuk melakukan perawatan konservasi tanpa mengubah bentuk aslinya, guna memastikan bahwa generasi mendatang tetap dapat melihat secara langsung bukti sejarah kejayaan Islam di tanah Sulawesi.

Sebagai situs cagar budaya nasional, Masjid Katangka kini juga mengadopsi teknologi pemanduan digital. Pengunjung cukup memindai kode QR di area masjid untuk mendapatkan penjelasan lengkap mengenai sejarah setiap sudut bangunan dalam berbagai bahasa.

Upaya modernisasi informasi ini diharapkan dapat menarik minat generasi muda untuk lebih mencintai sejarah lokal sekaligus memperkuat posisi Kabupaten Gowa sebagai destinasi wisata religi unggulan di Indonesia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....