Harga Cabai Melonjak, Petani Sulsel Sambut sebagai Angin Segar

  • 07 Apr 2026 04:01 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar — Kenaikan harga cabai yang terjadi dinilai sebagai kabar menggembirakan bagi para petani cabai di Sulawesi Selatan. Kondisi ini disebut sebagai momentum pemulihan setelah periode anjloknya harga yang sempat membuat petani enggan merawat kebun mereka.

Anastika, pengurus Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA), mengatakan kenaikan harga cabai saat ini merupakan kabar baik bagi kalangan petani sebagaimana disampaikan dalam dialog Pro 1 RRI Makassar, Senin, 6 April 2026. "Masalah harga cabai sekarang yang semakin pedas, itu sebenarnya angin segar juga buat petani kita." Sambutnya saat mengawali dialog.

Ia menjelaskan, pada periode harga anjlok sebelumnya, banyak petani memilih tidak memanen cabai mereka karena biaya pemetikan justru lebih tinggi daripada harga jual. Kondisi itulah yang menjadi salah satu pemicu berkurangnya pasokan cabai di pasaran hingga harga akhirnya melonjak.

Anastika mengungkapkan, kebun-kebun cabai yang sebelumnya tidak dirawat kini mulai kembali dipelihara seiring membaiknya harga di pasaran. "Tidak lama akan bermunculan lagi, kebun yang dulunya tidak disemprot, tidak dirawat karena harganya murah, sekarang gak lama, semua dipelihara." Jelasnya

Dengan naiknya harga cabai saat ini, para petani kembali termotivasi untuk merawat kebun yang sebelumnya terbengkalai. Anastika memperkirakan, pada bulan Mei hingga Juli mendatang, Sulawesi Selatan berpotensi mengalami panen raya cabai.

"Kita masyarakat terpancing untuk tanam dan memelihara kembali. Di bulan Mei, Juni, Juli di situ mungkin kita panen raya lagi."

Ia juga menyebut ancaman musim kering akibat fenomena El Niño yang diperkirakan datang lebih awal turut memengaruhi ekspektasi pasokan ke depan. Kondisi ini mendorong harga cabai tetap bertahan di level tinggi dalam jangka pendek.

Meski demikian, Anastika menegaskan kenaikan harga cabai kali ini tidak perlu dirisaukan secara berlebihan. Berdasarkan pengalamannya, kondisi harga tinggi seperti ini biasanya tidak berlangsung lama karena petani akan segera kembali berproduksi begitu melihat harga membaik.

Ia pun mengimbau masyarakat agar memanfaatkan lahan pekarangan untuk menanam cabai secara mandiri, bahkan dengan jumlah lahan yang sangat terbatas sekalipun. "Saya jarang (beli cabai), istri saya jarang beli cabai di pasar karena saya hanya tanam di situ, ada tujuh belas pohon, itu sudah lebih dari kebutuhan keluarga."

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....