Penyebab Bayi Tidak Menangis saat Dilahirkan
- 31 Mar 2026 13:46 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar - Fenomena bayi yang tidak langsung menangis saat dilahirkan sering kali menimbulkan kepanikan bagi orang tua, meskipun secara medis kondisi ini telah dipetakan dengan jelas oleh para ahli kesehatan. Secara alami, tangisan pertama adalah tanda bahwa paru-paru bayi mulai berfungsi untuk menghirup oksigen dan mengeluarkan karbon dioksida secara mandiri.
Normalnya, bayi mulai bernapas dengan paru-paru pada sepuluh detik pertama setelah dilahirkan. Di tahap ini, bayi sedang beradaptasi dengan lingkungan luar rahim yang merupakan hal baru baginya. Bagi kebanyakan ibu, mendengar tangisan bayi sesaat setelah dilahirkan merupakan salah satu momen yang paling melegakan sekaligus membahagiakan.
Dilansir dari laman Alodokter namun, pada kondisi tertentu, Si Kecil bisa saja tidak menangis saat dilahirkan Kenapa bisa begitu?Akan tetapi, ada beberapa kondisi yang bisa menyebabkan bayi tidak menangis saat dilahirkan, di antaranya:
Asfiksia salah satu penyebab bayi tidak menangis saat dilahirkan adalah asfiksia. Kondisi ini terjadi ketika bayi tidak mendapatkan cukup oksigen selama proses kelahiran, baik karena masalah pada tali pusat, plasenta, maupun penyumbatan jalan napas oleh lendir atau air ketuban. Tanpa pasokan oksigen yang adekuat, pusat pernapasan di otak tidak terstimulasi dengan cukup kuat untuk memicu refleks tangis yang biasanya muncul secara otomatis.
Bayi dianggap prematur jika lahir sebelum minggu ke-37 usia kehamilan. Bayi prematur lebih berisiko mengalami beragam komplikasi kesehatan setelah dilahirkan. Salah satunya adalah gangguan pada organ paru-paru. Normalnya, perkembangan paru-paru janin baru sempurna pada usia kandungan di atas 36 minggu. Bila bayi lahir sebelum paru-parunya terbentuk sempurna, maka bisa saja ia terlambat menangis atau tidak menangis saat dilahirkan. Hal ini terjadi lantaran paru-parunya tidak bisa mengembang dengan baik.
Air ketuban yang normal berwarna bening atau agak kekuningan. Namun, cairan ini bisa berubah warna menjadi hijau jika tercampur dengan mekonium, yaitu tinja atau kotoran pertama bayi, yang berwarna hijau tua. Pada keadaan normal, air ketuban memiliki peran penting, yakni untuk membantu pergerakan janin, menjaga suhu di sekitar janin, serta melindungi janin dari benturan atau cedera. Namun, jika air ketuban terkontaminasi oleh mekonium dan tertelan oleh janin, maka dapat terjadi infeksi pada saluran napas dan paru-paru janin. Kondisi ini bisa menyebabkan bayi tidak menangis saat dilahirkan.
Selain faktor mekanis Preeklamsia adalah kondisi ketika tekanan darah tinggi dan disertai dengan adanya kerusakan pada organ, misalnya ginjal. Kondisi ini disebut juga keracunan kehamilan. Preeklamsia membutuhkan penanganan medis segera, karena bisa berlanjut menjadi eklamsia, yang dapat menimbulkan kejang dan berbahaya bagi ibu maupun janin. Preeklamsia bisa menghambat aliran darah
ke plasenta yang bisa menyebabkan janin kekurangan oksigen dan nutrisi. Bila hal ini terjadi, bayi bisa saja tidak menangis saat dilahirkan.
Diabetes saat hamil dikenal juga dengan istilah diabetes gestasional. Pada kondisi ini, tubuh ibu hamil tidak mampu mengontrol kadar gula di dalam darah, sehingga kadar gula darah menjadi tinggi.Kadar gula darah yang tinggi dalam tubuh ibu hamil bisa membahayakan janin. Salah satu bahayanya adalah menyebabkan gangguan pernapasan yang membuat bayi tidak menangis saat dilahirkan, menyebabkan gangguan pernapasan pada bayi yang membuat bayi tidak menangis saat dilahirkan.
Mengkonsumsi obat-obatan tertentu, narkotika, obat herbal yang belum jelas manfaatnya, minuman yang mengandung alkohol atau kafein, dan bahan yang digunakan dalam obat berbentuk aerosol juga dapat menimbulkan gangguan kesehatan pada janin, termasuk pada sistem pernapasannya yang dapat membuatnya tidak menangis saat lahir, itulah sebabnya, Bunda dianjurkan untuk berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter sebelum mengonsumsi obat atau suplemen apa pun selama hamil.
Bayi tidak menangis saat dilahirkan bukanlah kondisi yang normal dan perlu segera mendapatkan pertolongan berupa tindakan resusitasi oleh dokter. Untuk mencegahnya, Bunda perlu melakukan pemeriksaan kehamilan secara rutin ke dokter, sehingga kondisi Si Kecil dapat terpantau dengan baik sampai persalinan nanti.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....