Hobi Scroll TikTok? Waspada Dampaknya bagi Otak
- 30 Mar 2026 09:38 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID,Makassar – Kebiasaan menunda berhenti menggunakan ponsel dengan alasan “lima menit lagi” kerap berujung pada aktivitas doom-scrolling yang berlebihan. Meski terlihat sepele, kebiasaan ini ternyata dapat berdampak pada kondisi otak.
Penelitian terbaru menunjukkan bahwa konsumsi konten video pendek secara berlebihan, seperti di platform TikTok, tidak hanya bersifat menghibur, tetapi juga berpotensi mengubah struktur dan fungsi otak.
Studi pencitraan otak yang dilakukan oleh tim peneliti dari Tianjin Normal University dan dipublikasikan dalam jurnal ilmiah NeuroImage mengungkap adanya peningkatan aktivitas pada jalur penghargaan otak pada individu yang mengalami kecanduan video pendek.
Penelitian yang dipimpin Profesor Qiang Wang itu menemukan bahwa aktivitas berlebih pada sistem penghargaan otak dapat memengaruhi cara seseorang mengambil keputusan. Individu cenderung menjadi lebih impulsif dan kurang peka terhadap risiko, termasuk dalam hal kerugian finansial.
Kondisi ini memiliki kemiripan dengan pola perilaku pada kecanduan lain, seperti konsumsi alkohol dan perjudian, yang ditandai dengan menurunnya kemampuan dalam menilai keseimbangan antara manfaat dan risiko.
Selain itu, individu dengan kecenderungan tersebut umumnya lebih fokus pada imbalan jangka pendek dibandingkan mempertimbangkan konsekuensi jangka panjang dari tindakan yang dilakukan.
Temuan ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat untuk lebih bijak dalam menggunakan perangkat digital, serta mengatur durasi konsumsi konten agar tidak berdampak pada kesehatan mental dan fungsi kognitif.
Dikutip dari arxiv.org, Penggunaan video pendek di media sosial dinilai dapat berdampak pada fungsi kognitif, khususnya kemampuan mengingat dan menjalankan rencana. Hal ini terungkap dalam sebuah penelitian yang menguji pengaruh beberapa platform digital terhadap kinerja memori pengguna.
Dalam studi eksperimental yang melibatkan 60 partisipan, peneliti membandingkan interaksi pengguna pada platform TikTok, Twitter, dan YouTube, saat mereka menjalankan tugas memori prospektif, yaitu kemampuan untuk mengingat dan melaksanakan rencana di masa depan.
Penelitian ini mengharuskan peserta tetap mengingat niat tertentu di tengah gangguan aktivitas digital. Hasilnya menunjukkan bahwa penggunaan TikTok secara signifikan menurunkan kinerja dalam tugas tersebut dibandingkan platform lain maupun kondisi tanpa aktivitas.
Peneliti menyimpulkan bahwa kombinasi video pendek dan peralihan konteks yang cepat pada platform tersebut dapat mengganggu proses kognitif, khususnya dalam mengingat dan mengeksekusi rencana yang telah dibuat.
Sebaliknya, tidak ditemukan efek serupa pada penggunaan Twitter, YouTube, maupun kondisi tanpa aktivitas, sehingga menguatkan dugaan bahwa format konten dan pola konsumsi menjadi faktor utama yang memengaruhi penurunan kinerja memori.
Temuan ini memberikan gambaran kuantitatif mengenai dampak format konten media sosial terhadap memori prospektif, serta menjadi perhatian bagi pengembang teknologi agar mempertimbangkan desain platform yang tidak merugikan kesehatan kognitif dan kesejahteraan pengguna.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....