BMKG Kawal Langit Indonesia dengan Teknologi AI
- 22 Mar 2026 19:29 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar - BMKG saat ini mengoperasikan lebih dari 180 stasiun meteorologi, klimatologi, dan geofisika serta 44 radar cuaca yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Jaringan observasi masif ini menjadi tulang punggung sistem peringatan dini cuaca ekstrem dan bencana hidrometeorologi nasional.
Ketua HMD 2026 BMKG Rahmat Triyono menjelaskan bahwa BMKG memegang peran strategis dalam memastikan Indonesia memiliki sistem observasi dan informasi meteorologi yang andal. Pemantauan dilakukan secara berkesinambungan melalui berbagai instrumen dari darat, laut, hingga ruang angkasa.
"Saat ini, BMKG mengoperasikan lebih dari 180 stasiun meteorologi, klimatologi, dan geofisika serta 44 radar cuaca," tutur Rahmat di Jakarta, Selasa 17 Maret 2026, sebagaimana dikutip dari laman resmi BMKG (bmkg.go.id).
Jaringan observasi BMKG mencakup stasiun meteorologi di darat, radar cuaca, satelit pengamatan bumi, buoy laut, hingga sensor otomatis. Seluruh instrumen ini bekerja secara terpadu untuk memantau setiap pergerakan atmosfer secara real-time.
| Baca juga: Limbah Bulu Ayam Kini Bernilai Ekonomi |
Jutaan data observasi yang terkumpul setiap harinya kemudian diolah dengan memadukan teknologi kecerdasan buatan (AI) dan keahlian para ilmuwan BMKG. Perpaduan ini menghasilkan peringatan dini cuaca dan iklim yang dapat segera direspons oleh masyarakat maupun pemangku kepentingan.
Produk informasi yang dihasilkan mencakup prakiraan cuaca harian dan mingguan, prediksi iklim bulanan hingga tahunan, serta proyeksi perubahan iklim jangka panjang. Seluruh produk ini dirancang untuk memenuhi kebutuhan berbagai sektor, mulai dari pertanian, penerbangan, pelayaran, hingga penanggulangan bencana.
BMKG juga terus mempercepat akselerasi transformasi digital sebagai bagian dari strategi jangka panjang. Penguatan penggunaan AI dalam sistem pemodelan cuaca menjadi prioritas agar setiap data yang dikumpulkan dapat menjadi fondasi perlindungan generasi mendatang.
"Dukungan ini memungkinkan BMKG secara rutin menyampaikan peringatan dini cuaca ekstrem dan bencana hidrometeorologi sebagai dasar pengambilan langkah kesiapsiagaan," kata Rahmat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....