Memahami Avoidant Attachment, Pola Menghindari Kedekatan dalam Hubungan
- 17 Mar 2026 06:58 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID , Makassar – Gaya keterikatan penghindaran atau avoidant attachment merupakan pola hubungan di mana seseorang cenderung menghindari kedekatan emosional dan meminimalkan pentingnya hubungan intim. Sikap ini biasanya muncul sebagai cara melindungi diri dari potensi luka emosional.
Dikutip dari simplypsychology.org Individu dengan gaya keterikatan ini umumnya memiliki pandangan cukup positif terhadap diri sendiri, namun cenderung skeptis terhadap orang lain. Mereka sering menilai orang lain tidak dapat diandalkan atau tidak jujur, sementara meyakini bahwa mereka mampu mengandalkan diri sendiri tanpa membutuhkan dukungan orang lain.
Dalam hubungan, orang dengan gaya keterikatan penghindaran sebenarnya tetap menginginkan kedekatan emosional. Namun mereka cenderung mencari keseimbangan yang membuat mereka tetap merasa mandiri, tidak dikendalikan, serta tidak kehilangan jati diri.
Gaya keterikatan ini dapat membuat seseorang mengalami kesulitan dalam membangun dan mempertahankan hubungan emosional yang mendalam. Mereka sering merasa tidak nyaman dengan keintiman dan cenderung menghindari ketergantungan pada orang lain.
Para ahli menyebut pola tersebut biasanya terbentuk sejak masa kanak-kanak, terutama ketika anak mengalami penolakan emosional atau pengabaian dari pengasuh utama. Dalam situasi tersebut, menarik diri secara emosional menjadi strategi untuk melindungi diri dari rasa sakit atau kekecewaan.
Pada orang dewasa, gaya keterikatan penghindaran dapat terlihat dari beberapa pola sikap. Mereka biasanya sangat menghargai kemandirian, enggan bergantung pada orang lain, dan lebih memilih menyelesaikan masalah secara mandiri.
Selain itu, individu dengan pola ini sering kesulitan mengekspresikan emosi secara terbuka. Mereka cenderung menekan atau meminimalkan perasaan, baik emosi negatif seperti takut, sedih, dan marah, maupun emosi positif yang dapat memicu kedekatan dengan orang lain.
Dalam beberapa kasus, seseorang dengan gaya keterikatan penghindaran juga dapat menunjukkan pemutusan emosional. Secara lahiriah mereka tampak tenang, namun secara internal tubuh tetap merespons tekanan emosional, misalnya melalui peningkatan detak jantung atau ekspresi wajah yang tegang.
Selain menekan emosi, mereka juga sering mengalihkan perhatian dari situasi yang memicu kedekatan emosional. Cara ini dilakukan untuk menjaga jarak dan mempertahankan rasa kontrol dalam hubungan.
Memahami gaya keterikatan penghindaran dapat membantu seseorang mengenali pola hubungan yang dialami. Dengan kesadaran tersebut, individu dapat mulai belajar membangun hubungan yang lebih sehat dan terbuka secara emosional.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....