Adiksi Zat Adiktif Tidak Terjadi Seketika, Ada Prosesnya
- 13 Mar 2026 23:44 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar – Penggunaan zat adiktif umumnya berawal dari berbagai alasan yang berbeda, mulai dari sekadar ingin bersenang-senang hingga mencoba melupakan masalah. Hal tersebut dijelaskan oleh Nurul Qalbi, Fasilitator Rehabilitasi Badan Narkotika Nasional Provinsi Sulawesi Selatan kepada RRI.
Ia menjelaskan bahwa secara umum alasan seseorang menggunakan zat adiktif dapat digolongkan dalam konsep “3F”. "Pertama adalah fun, yaitu penggunaan untuk bersenang-senang atau agar dapat diterima dalam lingkungan pergaulan tertentu." Ujarnya Jumat, 13 Maret 2026.
"Alasan kedua adalah functional, yaitu penggunaan yang dikaitkan dengan fungsi tertentu. Misalnya dengan anggapan dapat meningkatkan produktivitas, membuat tubuh lebih kuat bekerja, tidak mudah lelah, atau meningkatkan fokus. Sementara alasan ketiga adalah forget, yaitu menggunakan zat adiktif sebagai pelarian untuk melupakan stres, tekanan hidup, atau berbagai masalah yang sedang dihadapi." Tambahnya.
Menurutnya, sebagian besar orang yang mencoba zat adiktif sebenarnya tidak pernah berniat menjadi pecandu. Namun, adiksi terjadi melalui proses yang bertahap yang sering kali tidak disadari oleh penggunanya.
Ia menjelaskan bahwa tahap awal biasanya dimulai dari rasa penasaran dan mencoba sekali. Setelah itu muncul kondisi yang disebut toleransi, yaitu ketika seseorang harus meningkatkan dosis penggunaan untuk mendapatkan efek yang sama seperti saat pertama kali menggunakan.
"Penggunaan yang awalnya hanya sesekali kemudian dapat berkembang menjadi penggunaan reguler, misalnya untuk relaksasi, mengurangi stres, atau digunakan dalam situasi tertentu. Dalam tahap ini, dosis penggunaan biasanya mulai meningkat, "tuturnya.
Dikatakan, jika terus berlanjut, seseorang dapat masuk pada tahap pengguna berisiko, yaitu ketika penggunaan zat mulai memengaruhi kinerja, pola pikir, hingga perilaku sehari-hari. Kondisi tersebut dapat berkembang menjadi ketergantungan atau adiksi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....