Tokoh Lintas Agama Berkumpul di Katedral Makassar, Perkuat Persaudaraan

  • 10 Mar 2026 00:42 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar : Suasana hangat penuh persaudaraan terasa di kompleks Gereja Katedral Makassar, Senin 9 Maret 2026. Keuskupan Agung Makassar menggelar doa bersama dan buka puasa bersama lintas agama yang menghadirkan berbagai tokoh agama, pejabat pemerintah, serta masyarakat dari beragam latar belakang keyakinan.

Kegiatan yang berlangsung di Jalan Kajaolalido tersebut mengusung tema “Berjalan Bersama dalam Merajut Persaudaraan Sejati untuk Indonesia Damai, Harmoni, dan Rukun.” Tema ini mencerminkan semangat kebersamaan yang terus dijaga di tengah keberagaman masyarakat.

Acara dihadiri Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan, Ali Yafid, Kepala Bagian Tata Usaha Kanwil Kemenag Sulsel Aminuddin, Kepala Kementerian Agama Kota Makassar Muhammad yang memimpin doa, unsur Forkopimda, tokoh lintas agama, tokoh pemuda, organisasi kemasyarakatan, serta pengurus Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi Sulawesi Selatan dan Kota Makassar. Dalam sambutannya, Ali Yafid menegaskan bahwa kegiatan lintas agama seperti ini bukan sekadar seremoni, tetapi bukti nyata bahwa nilai toleransi dan kebersamaan benar-benar hidup di tengah masyarakat Sulawesi Selatan.

Menurutnya, momentum bulan suci Ramadan semakin memperlihatkan kuatnya rasa saling menghormati antarumat beragama. “Apa yang selama ini kita sampaikan tentang toleransi, kesetaraan, dan kerja sama antarumat beragama, hari ini benar-benar bisa kita lihat buktinya. Apalagi di bulan Ramadan ini, kegiatan umat beragama berjalan berdampingan dengan penuh kebersamaan,” ujarnya.

Ia menambahkan, Kementerian Agama Republik Indonesia melalui Kanwil Sulsel terus berkomitmen merawat harmoni sosial dengan menggandeng tokoh agama, organisasi keagamaan, serta masyarakat luas. Menurut Ali Yafid, kondisi kerukunan umat beragama di Sulawesi Selatan juga tercermin dari capaian Indeks Kerukunan Umat Beragama yang berada di angka 82,3, lebih tinggi dibandingkan rata-rata nasional.

Angka tersebut menjadi indikator bahwa budaya toleransi di daerah ini terus tumbuh dan terjaga. “Kami bersyukur harmoni antarumat beragama di Sulawesi Selatan terus terpelihara berkat dukungan para tokoh agama, organisasi keagamaan, dan seluruh masyarakat,” ungkapnya.

Ia pun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus memperkuat kolaborasi dalam menjaga persaudaraan dan kehidupan yang damai di tengah keberagaman. “Pada dasarnya kita semua adalah ciptaan Tuhan yang sama. Karena itu kita harus saling menghormati, saling menjaga, dan merawat kehidupan bersama,” tambahnya.

Sementara itu, Uskup Keuskupan Agung Makassar, Fransiskus Nipa, dalam sambutannya menyampaikan salam persaudaraan kepada seluruh hadirin serta mengucapkan selamat menjalankan ibadah puasa kepada umat Muslim. Ia menilai kegiatan doa bersama dan buka puasa lintas agama menjadi ruang perjumpaan yang penting untuk memperkuat relasi kemanusiaan di tengah masyarakat yang majemuk.

“Pertemuan seperti ini menjadi kesempatan yang indah untuk mempererat persaudaraan dan membangun semangat toleransi. Kita semua memiliki komitmen bersama untuk terus menjaga dan meningkatkan indeks kerukunan serta toleransi di Sulawesi Selatan,” ujarnya.

Fransiskus Nipa juga menegaskan bahwa nilai kebersamaan yang terbangun dalam kegiatan tersebut sejalan dengan semangat Bhinneka Tunggal Ika, di mana keberagaman justru menjadi kekuatan utama dalam membangun persatuan bangsa. Di tengah dinamika sosial yang terus berkembang, kegiatan lintas agama seperti ini menjadi simbol bahwa dialog, kebersamaan, dan saling menghormati tetap menjadi fondasi penting dalam menjaga harmoni masyarakat. Dari ruang ibadah hingga meja berbuka puasa, pesan yang disampaikan sama: keberagaman bukan penghalang, melainkan jembatan untuk memperkuat persaudaraan.

Rekomendasi Berita