Waspada Peningkatan Sampah Plastik saat Ramadhan
- 04 Mar 2026 12:10 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID,Makassar - Peningkatan aktivitas konsumsi masyarakat selama bulan suci Ramadhan berpotensi memicu lonjakan sampah plastik, terutama dari kemasan makanan dan minuman berbuka puasa. Isu ini menjadi perhatian dalam program Kentongan di PRO1 RRI Makassar edisi Selasa, 3 Maret 2026, yang menghadirkan Ketua LSM Lingkungan Hidup Forum KomunitasHijau Sulsel, Achmad Yusran, S.Pd, dan dipandu Arfan Yusri.
Dalam perbincangan tersebut, Achmad Yusran menyoroti kebiasaan masyarakat yang cenderung membeli makanan berbuka dalam kemasan sekali pakai. “Tren ini meningkat signifikan setiap Ramadhan, terutama dari penggunaan kantong plastik, gelas plastik, sedotan, serta wadah styrofoam. Ramadhan memang membawa berkah, tapi kita juga harus waspada terhadap lonjakan sampah plastik yang ikut meningkat karena pola konsumsi instan,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa berdasarkan pemantauan komunitasnya di sejumlah titik keramaian takjil di Makassar, volume sampah plastik bisa meningkat hingga dua kali lipat dibanding hari biasa. “Kondisi tersebut, menjadi tantangan serius bagi pengelolaan sampah di perkotaan. Kalau tidak diantisipasi sejak awal, tumpukan sampah ini bisa berdampak pada pencemaran lingkungan, saluran air tersumbat, bahkan memicu banjir,” jelas Achmad.
Lebih lanjut, Achmad Yusran mengajak masyarakat untuk mulai beralih ke penggunaan wadah ramah lingkungan saat membeli takjil atau makanan berbuka. Ia menekankan pentingnya kesadaran individu sebagai langkah awal mengurangi sampah plastik. “Sederhana saja, bawa tumbler, kotak makan dari rumah, atau tas belanja pakai ulang. Langkah kecil ini kalau dilakukan bersama akan berdampak besar,” tegasnya.
Tak hanya masyarakat, ia juga mendorong pelaku usaha kuliner Ramadhan untuk ikut berperan aktif dalam pengurangan sampah plastik. Menurutnya, inovasi kemasan berbahan kertas atau daun bisa menjadi alternatif yang lebih ramah lingkungan. “Kami berharap para pedagang juga punya komitmen yang sama. Ramadhan adalah momen berbagi, termasuk berbagi kepedulian terhadap lingkungan,” katanya.
Dalam dialog tersebut, Achmad Yusran turut mengingatkan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, komunitas, dan masyarakat dalam mengatasi persoalan sampah musiman. Ia menyoroti bahwa edukasi berkelanjutan perlu diperkuat agar kesadaran tidak hanya muncul saat Ramadhan, tetapi menjadi kebiasaan sehari-hari.
Menutup perbincangan, Achmad Yusran kembali mengingatkan bahwa menjaga kebersihan lingkungan merupakan bagian dari nilai spiritual Ramadhan itu sendiri. “Ibadah tidak hanya soal hubungan dengan Tuhan, tetapi juga tanggung jawab kita menjaga bumi ini. Mari jadikan Bulan Suci Ramadhan ini lebih hijau dan minim sampah plastik,” pungkasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....