Hindari “Dry Text”, Ini Tips Berkirim Pesan yang Lebih Efektif
- 03 Mar 2026 12:37 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar – Pesan singkat atau text message menjadi bagian dari komunikasi sehari-hari. Namun, gaya pesan yang terlalu singkat dan terkesan kering (dry text) dinilai kurang efektif dalam menjaga kualitas hubungan.
Dikutip dari parade.com, Psikolog menilai, meski seseorang sedang sibuk, penting untuk tetap menyampaikan konteks dalam pesan. Dr. Vaughan menyarankan agar orang tidak hanya membalas singkat tanpa penjelasan, tetapi memberi keterangan yang jelas dan sopan.
Misalnya, ketika sedang mengemudi atau bekerja, seseorang dapat menulis:
“Maaf, saya belum bisa membalas sekarang karena sedang bekerja atau akan mengemudi. Nanti setelah ada waktu, saya akan menghubungi Anda kembali.”
Jika menerima pertanyaan yang membutuhkan jawaban mendalam, balasan dapat berupa:
“Pertanyaannya cukup penting. Saya ingin memikirkannya lebih dulu agar bisa menjawab dengan baik. Bolehkah saya menghubungi Anda kembali besok atau akhir pekan ini?”
Menurut para ahli, komunikasi seperti ini menunjukkan perhatian dan menghargai lawan bicara. Praktik Terbaik dalam Berkirim Pesan Dr. Kelley dan Dr. Vaughan memberikan sejumlah panduan agar komunikasi melalui pesan tetap efektif. Hal yang Dianjurkan Beri tahu jika belum bisa membalas untuk sementara waktu.
Baca pesan secara menyeluruh sebelum merespons. Gunakan fitur penjadwalan pesan agar tidak mengganggu waktu istirahat orang lain. Segera klarifikasi jika terjadi kesalahpahaman. Periksa tata bahasa dan ejaan. Gunakan bahasa yang sopan dan ramah. Perhatikan kemungkinan nada pesan.
Balas sesegera mungkin, meski hanya untuk memberi tahu akan membalas nanti. Hal yang Perlu Dihindari Mengabaikan pesan tanpa penjelasan. Membahas topik sensitif seperti kematian, kritik tajam, atau politik melalui teks. Bertengkar lewat pesan tanpa kesepakatan kedua pihak.
Membagikan tangkapan layar pesan tanpa izin.
Menggunakan emoji secara berlebihan.
Mengirim informasi rahasia.
Mengirim pesan saat mengemudi.
Menuliskan pesan terlalu panjang dan bertele-tele tanpa tujuan jelas.
Pada dasarnya, pesan singkat tetap memerlukan empati dan kejelasan. Contoh sederhana, menulis “Sampai jumpa nanti malam pukul 19.00” dinilai lebih komunikatif dibanding sekadar “Sampai nanti.”
Para ahli menekankan, komunikasi yang hangat dan jelas dapat membantu menjaga hubungan tetap sehat, baik dalam konteks pribadi maupun profesional.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....