Dry Text Massage, Diam-Diam Rusak Hubungan

  • 03 Mar 2026 09:45 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar – Tren komunikasi dalam hubungan kini terus berkembang, termasuk munculnya istilah seperti ghosting, kencan zombie, hingga dry texting atau “pesan teks kering”. Meski terlihat sepele, para terapis menilai kebiasaan ini dapat berdampak pada kualitas hubungan.

Secara sederhana, dry texting merujuk pada gaya membalas pesan dengan singkat, satu kata, atau tanpa upaya melanjutkan percakapan. Respons seperti “LOL”, “OK”, atau hanya emoji dinilai dapat membuat percakapan terasa hambar dan tidak berkembang.

Dikutip dari parade.com, Menurut Dr. Denitrea Vaughan, konselor profesional berlisensi di Thriveworks, pesan teks kering terjadi ketika seseorang merespons tanpa memberikan ruang untuk dialog lebih lanjut. “Mereka mungkin hanya membalas dengan frasa singkat atau satu emoji hingga membuat lawan bicara frustrasi atau bosan,” ujarnya.

Senada dengan itu, terapis dan penulis Dr. Amelia Kelley menjelaskan bahwa dry texting merupakan pola komunikasi yang dapat membuat seseorang terlihat tidak tertarik, sibuk, atau tidak terlibat. Contohnya termasuk balasan satu kata, mengabaikan sebagian pesan, atau membalas dalam jeda waktu yang sangat lama.

Dampak Dry Texting terhadap Hubungan

Para terapis menilai kebiasaan ini berpotensi merusak hubungan karena beberapa alasan:

  1. Mengurangi kedekatan emosional
    Komunikasi yang singkat dan datar dapat memadamkan “api” hubungan. Tanpa percakapan yang bermakna, sulit bagi dua orang untuk saling mengenal lebih dalam.
  2. Menimbulkan rasa tidak dihargai
    Balasan singkat dapat disalahartikan sebagai sikap tidak peduli. Padahal, tanpa nada suara dan ekspresi wajah, pesan teks mudah memicu salah paham.
  3. Terkesan tidak profesional
    Dalam konteks pekerjaan, pesan yang terlalu singkat dapat memberi kesan kurang serius atau tidak menghargai lawan bicara.
  4. Memicu frustrasi dan kebosanan
    Penerima pesan bisa kehilangan minat untuk melanjutkan percakapan jika merasa komunikasi berjalan sepihak.
  5. Terlihat kasar atau bermusuhan
    Jawaban yang terlalu singkat dapat terdengar dingin atau tidak sopan, terutama jika pihak lain sudah berusaha menjelaskan dengan lebih rinci.
  6. Menyebabkan komunikasi tidak jelas
    Tanpa kejelasan kata-kata, risiko salah tafsir semakin besar karena pesan teks tidak menyertakan nada atau ekspresi.
  7. Menunjukkan kurangnya usaha
    Upaya dalam komunikasi merupakan kunci hubungan yang sehat. Minimnya respons dapat dipahami sebagai tanda menjaga jarak atau menghindari percakapan.
    Para ahli menekankan bahwa komunikasi yang sehat memerlukan keterlibatan dua arah. Jika pesan teks menjadi satu-satunya sarana komunikasi, penting untuk tetap menunjukkan perhatian, kejelasan, dan empati agar hubungan tetap terjaga.
google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....