ini 6 Ritual Sederhana agar Anak Merasa Dicintai

  • 03 Mar 2026 08:36 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar - Kasih sayang orang tua merupakan pondasi utama bagi perkembangan emosional anak dalam kehidupan sehari-hari. Namun, penelitian psikologi perkembangan menunjukkan bahwa rasa dicintai pada anak sering kali tidak muncul dari tindakan besar, melainkan dari ritual kecil yang dilakukan secara konsisten oleh orang tua. Melansir Times of India, langkah pertama yang dapat dilakukan adalah memberikan tatapan hangat setiap kali anak hadir di ruangan.

Eksperimen dari Harvard Medical School membuktikan bahwa kontak mata yang tulus dan senyuman orang tua mampu mengaktifkan rasa aman di dalam otak anak, sehingga mereka merasa sangat berharga. Langkah kedua adalah mengekspresikan cinta melalui kata-kata untuk memperkuat kemampuan regulasi emosi dan empati anak. Berdasarkan studi dalam Early Childhood Research Quarterly (2024), menanyakan perasaan anak secara rutin, seperti setelah pulang sekolah, terbukti mampu membangun kedekatan emosional yang jauh lebih kuat di dalam keluarga.

Ketiga, orang tua disarankan menciptakan ritual kasih sayang yang rutin seperti pelukan pagi hari atau membacakan dongeng. Menurut Journal of Family Psychology, konsistensi dalam rutinitas harian ini efektif menurunkan tingkat kecemasan anak karena mereka merasa kasih sayang adalah hal yang konstan, bukan sekadar bonus atas sebuah prestasi.

Keempat, mengakhiri hari dengan ketenangan sangat penting untuk menurunkan kadar kortisol atau hormon stres pada anak sebelum tidur. Meluangkan waktu lima menit untuk percakapan positif atau memberikan kalimat penguatan seperti "Mama bangga padamu" akan membantu anak beristirahat dengan perasaan tenang dan dicintai sepenuhnya.

Kelima, orang tua perlu belajar mendengarkan tanpa terburu-buru memberikan nasihat atau menggurui saat anak sedang bercerita. Validasi terhadap perasaan anak, seperti mengatakan "Mama mengerti kenapa kamu merasa begitu", jauh lebih efektif menciptakan keamanan emosional dibandingkan langsung memberikan solusi atas masalah yang mereka hadapi.

Terakhir, membangun kepercayaan dapat dilakukan dengan menjadi pendengar yang aktif melalui kontak mata dan pertanyaan terbuka yang bijaksana. Dengan memberikan perhatian penuh dan empati yang tulus, anak akan merasa benar-benar didengarkan dan dihormati, sehingga koneksi antara orang tua dan anak tetap terjaga dengan baik.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....