Keutamaan Istigfar Menjelang Berbuka Puasa
- 25 Feb 2026 16:19 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar - Dalam tradisi syariat Islam, istigfar memiliki kedudukan istimewa sebagai bentuk permohonan ampun kepada Allah SWT. Menjelang waktu berbuka puasa, amalan ini dinilai memiliki nilai spiritual yang tinggi karena bertepatan dengan waktu mustajab doa.
Secara teologis, istigfar berkaitan dengan konsep tauhid asma’ wa shifat, yakni penghayatan terhadap sifat Allah sebagai Al-Ghaffar atau Maha Pengampun. Dalam berbagai riwayat, Rasulullah SAW mencontohkan pentingnya menutup ibadah dengan istigfar, sebagaimana dilakukan setelah shalat maupun ibadah haji.
Hal ini menjadi simbol pengakuan manusia atas keterbatasan dan kekurangan dalam beribadah. Dalam literatur klasik Islam seperti Lathaif al-Ma’arif karya Ibnu Rajab Al-Hanbali, dijelaskan bahwa bulan Ramadhan merupakan momentum memperbanyak amal, termasuk istigfar, terutama pada waktu-waktu yang memiliki keutamaan.
Sementara itu, dalam Tafsir Ibnu Katsir pada penjelasan Surah Nuh ayat 10–12, disebutkan bahwa istigfar menjadi sebab turunnya ampunan, kelapangan rezeki, serta keberkahan hidup. Selain berdimensi ukhrawi, istigfar menjelang berbuka juga dipahami sebagai sarana membersihkan batin sebelum menikmati rezeki berbuka.
Doa yang dipanjatkan dalam kondisi menahan lapar dan dahaga diyakini memiliki keistimewaan tersendiri dalam ajaran Islam. Dengan demikian, praktik istigfar di detik-detik menjelang berbuka tidak hanya memperkuat kualitas spiritual puasa, tetapi juga menjadi refleksi bahwa Islam menekankan keseimbangan antara ibadah lahiriah dan ketundukan batiniah.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....