Tradisi Unik Ritual Pemakaman di Berbagai Belahan Dunia
- 16 Feb 2026 07:08 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar – Setiap budaya memiliki cara berbeda dalam memaknai kematian. Di sejumlah negara, ritual pemakaman tidak hanya menjadi prosesi perpisahan, tetapi juga bentuk penghormatan terhadap kehidupan dan keyakinan spiritual masyarakat setempat.
Dikutip dari Britannica.com Berikut tujuh tradisi pemakaman yang dikenal unik di berbagai belahan dunia:
- Pemakaman Langit – Tibet
Di Tibet, sebagian penganut Buddha Vajrayana menjalankan praktik pemakaman langit (sky burial). Jenazah ditempatkan di area terbuka dan dibiarkan dimakan burung nasar.
Tradisi ini didasarkan pada keyakinan bahwa tubuh hanyalah wadah sementara. Setelah jiwa meninggalkan raga, tubuh dikembalikan kepada alam sebagai bagian dari siklus kehidupan. - Famadihana – Madagaskar
Masyarakat Malagasi di Madagaskar memiliki tradisi Famadihana atau “membalik tulang”. Setiap beberapa tahun, makam keluarga dibuka, jenazah dibungkus ulang dengan kain baru, lalu diarak dan diiringi musik.
Ritual ini dipercaya mempererat hubungan keluarga dan menghormati leluhur. - Pemakaman Air – Tradisi Nordik
Dalam tradisi Nordik kuno, jenazah ditempatkan di atas kapal yang kemudian dihanyutkan ke laut atau dibakar di atas air. Laut dipandang sebagai simbol perjalanan menuju alam para dewa.
Praktik ini mencerminkan hubungan kuat masyarakat Nordik dengan laut. - Prosesi Kematian – Varanasi, India
Di Varanasi, India, jenazah diarak melalui jalanan sebelum dikremasi. Pakaian berwarna cerah digunakan untuk melambangkan kebajikan almarhum.
Jenazah kemudian disucikan dengan air Sungai Gangga dan dikremasi. Dalam ajaran Hindu, prosesi ini diyakini membantu jiwa mencapai moksha atau pembebasan dari siklus kelahiran kembali. - Menara Keheningan – Tradisi Zoroaster
Dalam ajaran Zoroaster, jenazah ditempatkan di atas bangunan terbuka yang dikenal sebagai Menara Keheningan. Tubuh dibiarkan dimakan burung nasar untuk menghindari pencemaran unsur tanah dan api.
Tradisi ini berlandaskan keyakinan menjaga kesucian alam. - Abu Menjadi Manik-Manik – Korea Selatan
Di Korea Selatan, keterbatasan lahan mendorong tingginya praktik kremasi. Sebagian keluarga mengubah abu jenazah menjadi manik-manik berwarna yang kemudian disimpan dalam wadah kaca atau dipajang di rumah.
Praktik ini menjadi alternatif penyimpanan abu yang lebih praktis sekaligus simbol kenangan keluarga. Ragam Tradisi Filipina
Filipina memiliki beragam ritual pemakaman sesuai tradisi lokal. Suku Tinguian mendudukkan jenazah dengan pakaian terbaik, Masyarakat Benguet menempatkan jenazah di kursi di pintu rumah, Di Sagada, peti mati digantung di tebing, Di Cavite, sebagian jenazah dikubur secara vertikal di batang pohon berlubang. Keragaman ini mencerminkan kekayaan budaya dan kepercayaan masyarakat Filipina.
Ritual-ritual tersebut menunjukkan bahwa cara menghormati orang yang telah meninggal sangat dipengaruhi oleh nilai budaya dan keyakinan spiritual masing-masing masyarakat. Meski berbeda, tujuan utamanya sama, yaitu memberikan penghormatan terakhir kepada almarhum.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....